4 Teori pembajakan MH370, dari ulah CIA sampai Putin

Lepas dari mana yang benar, PM Najib Razak mengakui MH370 jadi korban upaya sabotase.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
4 Teori pembajakan MH370, dari ulah CIA sampai Putin
Malaysia Airlines. ©2014 Merdeka.com

Tepat tanggal 8 Maret 2014 lalu, pesawat milik Malaysia Airline dengan nomor penerbangan MH370 dinyatakan hilang. Pesawat dengan jurusan Kuala Lumpur-Beijing ini beberapa jam setelah lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Berdasarkan pantauan dari radar militer Malaysia, pesawat ini diduga berputar balik dari jalur penerbangannya. Bahkan, persawat berisi 12 kru dan 227 penumpang tersebut sempat melintasi kembali wilayah udara Malaysia sebelum tiba di sekitar Laut Andaman.

Perbuahan jalur ini membuat banyak pihak menduga ada konspirasi besar di balik hilangnya pesawat Boeing 777-200ER. Padahal operasi pencarian besar-besaran telah dilakukan dan melibatkan sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Beberapa analisa mengungkapkan sejumlah keterlibatan yang dilakukan berbagai negara besar, di antaranya Central Inteligence Agency (CIA) maupun pemerintah Amerika Serikat. Bahkan Indonesia juga dianggap ikut serta untuk menghilangkan jejak pesawat ini.

Paling baru, penulis sains asal Amerika Serikat Jeff Wise menyatakan adanya keterlibatan Presiden Rusia Vladimir Putin atas hilangnya pesawat tersebut. Dalam tulisannya yang dimuat majalah New York Magazine, Putin disebut-sebut memerintahkan pasukan khususnya untuk mengambil alih Malaysia Airlines MH370 secara diam-diam. Meski begitu, berbagai analisa dari sejumlah pengamat penerbangan maupun militer belum berhasil menuntun regu pencari memperoleh lokasi pesawat yang hilang ini.

Lepas dari teori mana yang benar, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengakui bahwa MH370 merupakan korban upaya seseorang atau pihak yang sengaja menyabotase penerbangan itu. "Pergerakan pesawat sebelum menghilang dari radar disengaja," ujarnya seperti dilansir IB Times (18/3/2014).

Berikut rangkuman merdeka.com atas beberapa teori yang paling komprehensif memberi jawaban atas hilangnya MH370:

Tak ada yang mengetahui di mana rimbanya pesawat MH370 yang membawa 239 orang di dalamnya. Banyak spekulasi, teori hingga analisa mengenai dugaan hilangnya pesawat jenis Boeing 777-200 ini. Salah satu spekulasi yang paling sempat santer adalah pesawat ini dibajak kelompok teroris.

Asumsi ini menguat setelah ditemukan dua pemegang paspor palsu di dalam pesawat tersebut. Namun belakangan pihak Malaysia menyebut bahwa pemegang paspor palsu tersebut hanya imigran gelap asal Iran yang ingin terbang menuju China untuk selanjutnya pergi ke Jerman mencari suaka di sana.

Keduanya pemegang paspor palsu tersebut diyakini bukan jaringan teroris. Malaysia pun segera menepis isu pesawat hilang karena dibajak teroris.

Dua penumpang membeli tiket mereka melalui China Southern Airlines, yang merupakan penerbangan dengan Malaysia Airlines berbagi kode. Mereka menggunakan dokumen milik warga negara Italia dan Austria yang dicuri di Thailand sekitar dua tahun lalu.

Dugaan ini bahkan diperkuat oleh Tedjo Edhy Purdijatno, pria yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan ini menyebut ada keanehan karena tak ada komunikasi terakhir. Kondisi itu membuat posisi terakhir pesawat tidak diketahui.

"Dalam dunia penerbangan penyebab kecelakaan pesawat bisa saja karena faktor kesalahan manusia, gangguan teknis mesin pesawat dan aksi teroris," ujar Tedjo melalui pesan singkat kepada merdeka.com, Selasa, (11/3/2014).

Tuduhan soal keterlibatan badan intelijen AS atas hilangnya pesawat MH370 sempat dilontarkan mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Pernyataan itu disampaikan Mahathir dalam blog pribadinya, seperti dilansir dari AFP dan Malaysia Chronicle.

Dalam tulisan yang dia publikasikan pada Minggu (18/5/2015) lalu, Mahathir ikut bersuara soal berbagai rumor hilangnya pesawat nahas tersebut. Bahkan, dia menyebut ada gitur yang memungkinkan Boeing 777-200ER dapat dikendalikan dari jarak jauh.

"Tanyakan kepada CIA dan jangan salahkan kami (Malaysia)," tulis Mahathir saat itu. "Pesawat ada di suatu tempat, seseorang menyembunyikannya, kemungkinan sekarang tanpa logo MAS (Malaysia Airlines). Tidak adil jika MAS dan Malaysia yang harus disalahkan."

Dugaan serupa sempat diungkap melalui situs beforeitnews.com. Situs ini menuliskan aneka teori konspirasi dan misteri, di mana CIA sengaja menahan pesawat itu karena punya kepentingan dan mendaratkannya ke U-Tapao, sebuah pangkalan militer AS di Utara Thailand.

Sebabnya adalah, di antara 153 penumpang berkewarganegaraan China, terdapat 20 ahli persenjataan. AS merasa perlu menahan sementara 20 ahli senjata ini, terutama setelah meningkatnya ketegangan di Ukraina meningkat. Mereka khawatir China akan membantu Rusia mengembangkan senjata jika konflik di Krimea benar-benar terjadi.

Tapi, ada pula yang meyakini pesawat ini diterbangkan ke Pangkalan Amerika Serikat di Diego Garcia, sebuah kepulauan di Samudera Hindia. Analisa ini diungkap Utusan Malaysia yang mengutip Cabal Times, sebuah situs misteri dan berita konspirasi.

Beberapa bukti menguatkan dugaan pesawat disembunyikan di Pangkalan AS Diego Garcia. Antara lain sinyal ponsel penumpang yang masih hidup. Pesawat yang lenyap dari radar sama sekali dan tak bisa dilacak. Tentu tak semua negara punya kemampuan membutakan satelit dan radar seperti ini. Cuma negara-negara dengan teknologi militer seperti AS yang bisa melakukannya.

Selain itu jika ada masalah, tentu pilot akan mencoba pendaratan darurat, bukan mengambil rute yang malah lebih jauh.

Spekulasi soal Malaysia Airlines makin liar. Ada yang meyakini pesawat ini diterbangkan ke Pangkalan Amerika Serikat di Diego Garcia, sebuah kepulauan di Samudera Hindia. Hilangnya pesawat disebut-sebut sebagai skenario Amerika Serikat.

Situs berita Utusan Malaysia mengutip Cabal Times menjelaskan analisa itu. Cabal Times adalah situs misteri dan berita konspirasi.

Nah, Indonesia disebut-sebut punya peran dalam menyembunyikan pesawat dengan nomor penerbangan MH370 ini. Radar Indonesia sudah menangkap pesawat terbang ke Pangkalan AS. Tapi Indonesia tak berani membeberkan hal ini karena punya kesepakatan dengan Amerika.

Beberapa bukti menguatkan dugaan pesawat disembunyikan di Pangkalan AS Diego Garcia. Antara lain sinyal ponsel penumpang yang masih hidup. Pesawat yang lenyap dari radar sama sekali dan tak bisa dilacak. Tentu tak semua negara punya kemampuan membutakan satelit dan radar seperti ini. Cuma negara-negara dengan teknologi militer seperti AS yang bisa melakukannya.

Pernyataan itu langsung ditanggapi Staf Khusus Kemhan Bidang Luar Negeri Sumardi Brotodiningrat. Dia malah merasa heran dengan tudingan keterlibatan Indonesia, padahal sudah jelas pemerintah membantu proses pencarian pesawat berisi 227 penumpang tersebut.

"Loh kita kan membantu mereka, salah satu dari 25 negara yang bantu mencari, sampai sekarang," kata Sumardi di ruang Palapa Kemhan, Jl. Medan Merdeka Barat no 13-14, Jakarta Pusat, Senin (17/3).

Menurut Sumardi, dirinya malah heran dengan tudingan dari pemerintah Malaysia tersebut. Tim yang ikut membantu pencarian pesawat yang hilang sejak Sabtu (8/3) lalu, belum ada yang menuai hasil.

"Saya belum tahu apa-apa, saya mengamati terus, kita belum tahu pesawatnya di mana," tandasnya.

Penulis sains asal Amerika Serikat Jeff Wise dalam majalah New York Magazine baru-baru ini mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan khusus untuk mencuri pesawat Malaysia Airlines MH370 dan diam-diam mendaratkan pesawat itu di bandara besar di Kazakhstan. Pesawat berpenumpang 239 orang dengan rute Kuala Lumpur-Beijing itu hilang pada 8 Maret tahun lalu.

Wise yang merupakan anggota dari Kelompok Independen percaya, sebenarnya MH370 adalah bagian dari misi pembajakan rahasia Rusia. Kabarnya Putin telah memalsukan data penerbangan tersebut dan pesawat itu mendarat di Kazakhstan.

Dia menjelaskan teorinya itu berdasarkan data ping dari MH370 selama tujuh jam setelah hilang kontak. Data itu direkam oleh satelit komunikasi Inggris, Inmarsat.

Namun Wise mengaku tidak tahu mengapa Vladimir Putin ingin mencuri pesawat penuh dengan orang itu. Dia juga mengakui idenya agak 'gila'. Data satelit menunjukkan MH370 terbang selama berjam-jam setelah kehilangan kontak sehingga para ahli menyimpulkan pesawat itu diterbangkan keluar dari jalur seharusnya.

"Mungkin dia ingin menunjukkan kepada Amerika Serikat bahwa dia bisa melukai Barat dan sekutunya di mana pun di dunia," kata Wise kepada New York Magazine.

Dalam situsnya, Wise juga mengatakan Rusia sebenarnya sangat cerdas dan memiliki track record yang baik dalam menerapkan skema tersebut, Dia juga mencatat ada tiga orang Rusia di dalam pesawat itu, dua dari mereka pemegang paspor Ukraina.

Rekomendasi