Tarik-ulur Jokowi-Abbott soal hukuman mati Duo Bali Nine

Australia gencar meminta Indonesia membatalkan eksekusi terpidana mati Duo Bali Nine.

Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Tarik-ulur Jokowi-Abbott soal hukuman mati Duo Bali Nine
PM Tony Abbott - Presiden Jokowi. ©2014 Merdeka.com

Eksekusi mati di Indonesia membuat Perdana Menteri Australia Tony Abbott jadi pusing. Pasalnya, ada dua warganya yang jadi terdakwa eksekusi mati lantaran kasus narkoba di Bali yang lebih dikenal dengan Bali Nine.Dia (Abbott) dan Menteri Luar Negeri Australia Julie Isabel Bishop gencar meminta Indonesia untuk membatalkan proses eksekusi. Pertengahan bulan ini, kedua petinggi di Australia tersebut menghantam Indonesia dengan isu akan memboikot pariwisata di Bali apabila eksekusi terhadap dua warganya tetap dilakukan.Selain itu, Tony Abbott juga terakhir menyinggung tentang bantuan Australia terhadap Indonesia pada saat tsunami Aceh 2004 silam. Hal tersebut membuat masyarakat Indonesia geram.Pemerintah dan masyarakat Indonesia sangat tersinggung. Ekspresi pemerintah (Kemlu) diungkapkan dengan harapan pernyataan Abbott tidak merefleksikan watak asli Australia, sedangkan masyarakat hingga berunjuk rasa sampai membuat gerakan koin untuk Australia guna mengembalikan duit bantuan Australia saat bencana tsunami Aceh. "Semakin lama orang akan semakin terlihat warna sebenarnya. Saya harap pernyataan yang dibuat (PM Australia) tidak menunjukkan warna asli orang Australia," katanya dalam jumpa pers, Rabu (18/2).Ketika eksekusi akhirnya diundur dengan alasan renovasi tempat eksekusi di Nusa Kambangan, Australia merasa lega. Menlu Negeri kanguru tersebut, Julie Bishop, hingga menelepon Wakil Presiden Jusuf Kalla dan berterima kasih atas pengunduran eksekusi mati.Jokowi sendiri adem ayem dengan masalah ini. Baginya, hukuman mati, apalagi yang terkait masalah narkoba, tetap harus dijalankan. Alasannya,

Indonesia sedang darurat narkoba, karenanya para pengedar barang haram tersebut harus dihukum mati lantaran sudah berniat merusak generasi penerus bangsa. Dalam hal ini, secara tidak langsung Presiden Jokowi menyampaikan Indonesia sudah berpartisipasi dalam menyelamatkan generasi muda dari narkoba melalui hukuman mati.Pada Rabu (25/2) malam, Perdana Menteri Abbott menelepon Presiden Joko Widodo memohon pengampunan untuk duo Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Abbott sendiri mengatakan kepada media Australia, Jokowi akan mempertimbangkan soal hukuman mati tersebut."Bisa dikatakan Presiden Jokowi benar-benar memahami posisi kita dan dia juga mempertimbangkan posisi Indonesia," kata Abbott, dilansir ABC News, Kamis (26/2).Presiden Jokowi sendiri tidak memberitahukan hasil pembicaraannya di telepon dengan pemimpin Negeri Kanguru tersebut. Namun, dari perkataan yang disebutkan Abbott ke media Australia tersebut, sepertinya menunjukkan Australia mengharapkan belas kasihan Indonesia terhadap warganya.

Rekomendasi