Singapura memiliki salah satu sistem pendidikan terbaik di Asia Tenggara, bahkan dunia. Jangan heran bila para pemimpin kawasan menyekolahkan putra-putri mereka di Negeri Singa tersebut.Presiden Joko Widodo termasuk yang percaya pada kualitas pendidikan di Singapura. Seluruh anaknya dikirim ke sekolah menengah asrama di sana selepas lulus SD. Putra bungsunya, Kaesang Pangarep (19 tahun) Jumat (21/11) baru saja menamatkan SMA di Anglo-Chinese School International (ASCI).Jokowi punya alasan sendiri mengapa anak-anaknya harus sekolah di Singapura, kendati untuk lanjut kuliah tidak dipatok di sana. ?Saya kirim mereka ke luar negeri supaya belajar mandiri,? ungkap mantan Gubernur DKI Jakarta ini.Laman the Strait Times mengungkap, selain Kaesang, ada beberapa anak petinggi kawasan yang belum lama menempuh sekolah menengah di Singapura. Misalnya Nguyen Minh An, putra Mantan Presiden Vietnam Nguyen Minh Triet. Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono juga tercatat menyekolahkan kedua putranya di negara kota tersebut. Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro (Ibas) merupakan alumni
Advertisement
S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS) angkatan 2006 dan 2007. Sekelas dengan Agus, adalah Loro Horta, putra kesayangan mantan Presiden Timor Leste Ramos Horta. Pemerintah Singapura fokus mengembangkan sektor pendidikan. Target mereka memang menjaring sebanyak mungkin pelajar internasional.Sejak 2002, sudah dicanangkan target menjadikan Singapura sebagai "Kawasan pendidikan global". Pemerintah setempat mengajak kampus-kampus ternama dunia membuka cabang di sana. Tercatat nama besar seperti Johns Hopkins University, Duke University, atau Massachusetts Institute of Technology (MIT) membuka sekolah persiapan maupun kampus cabang di Singapura.Tak cuma pendidikan tinggi, kualitas sekolah dasar dan menengah juga digenjot supaya menarik minat orang tua dari luar negeri. Kurikulum Singapura mengedepankan meritokrasi, yakni anak pintar atau berbakat akan didorong, sehingga mendapat fasilitas dan jaminan masa depan lebih baik.
Bahkan buat pengajaran bidang matematika dan sains, kualitas Singapura terbaik sejagat. Survei TIMSS menunjukkan Singapura mengalahkan Jepang (urutan 2), Inggris (18), Jerman (22), dan Amerika Serikat (24).Berkat keseriusan menggarap pendidikan ini, Singapura memperoleh keuntungan ekonomi. Keberadaan sekolah negeri maupun swasta di sana menyumbang 3,6 persen Produk Domestik Bruto Nasional. Bahkan satu dekade mendatang, Singapura ingin bisnis pendidikan bisa tumbuh 5 persen.