Kerusuhan terbaru di Ferguson, seorang warga ditembak

"Korban penembakan dalam kondisi kritis yang kemungkinan akan meninggal," kata Kapten Ron Johnson.

Vincent Asido Panggabean
Kerusuhan terbaru di Ferguson, seorang warga ditembak
Kerusuhan Ferguson. ©Reuters

Satu orang ditembak dan tujuh lainnya ditangkap di saat kekerasan terbaru meletus di Kota Ferguson, Negara Bagian Missouri, Amerika Serikat kemarin, satu pekan setelah insiden penembakan bermuatan rasial dilakukan polisi terhadap seorang remaja kulit hitam tak bersenjata. Polisi di komunitas Missouri, kini tengah bergolak, mengatakan korban penembakan berada dalam kondisi kritis setelah ditembak oleh penyerang tak dikenal, seperti dilansir situs Asia One, Senin (18/8). Insiden itu terjadi saat polisi menggunakan bom asap dan gas air mata untuk membubarkan sekitar 200 demonstran yang menentang jam malam diberlakukan oleh Gubernur Missouri Jay Nixon. Kekerasan meletus sejak insiden penembakan terhadap Michael Brown pada 9 Agustus lalu oleh seorang polisi kulit putih, dan telah memperbarui debat nasional tentang penegakan hukum dan warga keturunan Afrika. Polisi di Ferguson juga menuai kritikan karena menghalau para pengunjuk rasa menggunakan truk lapis baja militer sambil mengacungkan senjata bertenaga tinggi. Nixon kemarin mengatakan kepada CNN ketegangan di Ferguson kemungkinan besar akan tetap tinggi."Ini adalah penembakan mengerikan, kami belum mendapatkan keadilan dan akan ada saat-saat di mana energi dan kecemasan terkuras dalam beberapa hari mendatang," kata dia kepada CNN "State of the Union". Nixon telah mengumumkan keadaan darurat dan jam malam mulai Sabtu tengah malam waktu setempat (pukul 12.00 WIB Minggu) sampai pukul 05.00 waktu setempat. Media lokal kemarin melaporkan pemberlakuan jam malam akan berlaku lagi untuk malam kedua dari mulai tengah malam hingga pukul 05.00 waktu setempat Senin (pukul 12.00-18.00 WIB hari ini). Bentrokan terbaru dimulai ketika polisi anti huru hara bergerak untuk memecah kerumunan para demonstran yang berkumpul di saat jam malam di dekat tempat di mana Brown dibunuh. Petugas Patroli Jalan Raya Missouri Kapten Ron Johnson, petugas yang mengepalai pemulihan perdamaian di Ferguson, mengatakan polisi bertindak setelah menerima laporan penembakan dan bahwa orang bersenjata telah memasuki sebuah restoran. "Korban penembakan dalam kondisi kritis yang kemungkinan akan meninggal," kata Johnson, berbicara kepada wartawan sekitar pukul 3.50 waktu setempat. "Kami memiliki subjek berdiri di tengah jalan dengan pistol. Kami memiliki tembakan mobil polisi pada malam ini. Dan, ya, saya pikir itu adalah respon yang tepat hari untuk mempertahankan petugas keamanan dan keselamatan publik," jelas dia. Tujuh orang ditangkap sebab menolak untuk membubarkan diri.

Rekomendasi