Perdana Menteri Kamboja Hun Sen hari ini mengatakan pemerintah telah memutuskan untuk membebaskan pegiat "Kaos Kuning" Thailand, Veera Somkwamkid, atas permintaan panglima militer Thailand Jenderal Prayuth Chan-ocha. Ini seperti dikatakan kepala Dewan Nasional untuk Ketentraman dan Ketertiban Thailand (NCPO).
Hun Sen membuat pernyataan itu dalam pertemuan dengan tamunya, Sekretaris tetap Kementerian Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, seperti dilansir situs China.org.cn, Selasa (1/7).
"Atas permintaan Jenderal Chan-ocha, Perdana Menteri Hun Sen mengatakan bahwa Somkwamkid dibebaskan setelah Raja Kamboja Norodom Sihamoni menandatangani pengampunan raja hari ini," kata Eang Sophalleth, juru bicara pribadi Hun Sen, kepada wartawan setelah pertemuan itu.
Dia mengatakan, Somkwamkid akan terbang ke Thailand dengan Sihasak, Rabu.
Somkwamkid ditangkap oleh pemerintah Kamboja pada 29 Desember 2010, bersama dengan enam warga Thailand lainnya, termasuk mantan anggota parlemen dari Partai Demokrat Panich Vikitsreth, setelah mereka secara ilegal memasuki wilayah Kamboja untuk mengamati proses pembatasan perbatasan.
Lima warga Thailand di kelompok itu dibebaskan sebulan setelah penangkapan, sementara Somkwamkid dan sekretarisnya, Ratree Pipatanapaiboon, dihukum pada 1 Februari 2011 karena melanggar hukum memasuki pangkalan militer dan melakukan mata-mata, masing-masing dihukum enam tahun dan delapan tahun penjara.
Pada Februari tahun lalu, Raja Norodom Sihamoni memberikan pengampunan kerajaan untuk Ratree Pipatanapaiboon pada kesempatan kremasi almarhum Raja Norodom Sihanouk.
Sihasak tiba di Kamboja Selasa pagi untuk kunjungan dua hari dalam membahas cara-cara untuk lebih mempromosikan hubungan bilateral dan kerja sama.