Komisi Pemilihan Presiden Mesir kemarin menyatakan mantan panglima militer Abdul Fattah al-Sisi memenangkan 96,9 persen suara dalam pemilihan presiden baru-baru ini, hampir setahun setelah dia menggulingkan mantan Presiden Muhammad Mursi dari Ikhwanul Muslimin.
Al-Sisi mengungguli lawan tunggalnya, Hamdeen Sabahi, dengan perolehan 23,7 juta suara atau 96,9 persen dari total 24,5 juta suara sah, sementara Sabahi hanya memperoleh 3,1 persen atau 757.511 suara, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Rabu (4/6).
Pengguna hak pilih sebanyak 47,45 persen dari total daftar pemilih tetap 53,7 juta warga, dan 1,4 juta suara dinyatakan tidak sah.
Setelah pengumuman hasil pemilu, Sisi menyampaikan pernyataan yang disiarkan televisi dengan berterima kasih kepada warga Mesir, hakim dan media atas peran mereka selama proses pemilu.
Dia juga berterima kasih kepada Sabahi, pesaing satu-satunya, untuk ambil bagian dalam pemilu.
Raja Saudi Abdullah bin Abdulaziz menjadi pemimpin internasional pertama yang mengucapkan selamat atas kemenangan Sisi.
Raja Abdullah memuji kemenangan Sisi sebagai "hari bersejarah" bagi Mesir dan menyerukan konferensi donor untuk membantu Negeri Sungai Nil itu melewati masalah ekonominya.