Canberra akan cegah pemimpin kudeta Thailand masuki Australia

Menlu Australia juga menyatakan tiga kegiatan direncanakan bakal dilakukan dengan Thailand telah ditunda sebab kudeta.

Vincent Asido Panggabean
Canberra akan cegah pemimpin kudeta Thailand masuki Australia
Militer Thailand kudeta pemerintahan. ©REUTERS/Thai TV Pool via Reuters TV

Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop hari ini mengatakan pemerintah Negeri Kanguru itu tengah mengurangi interaksi dengan militer Thailand. Dia juga menjelaskan tiga kegiatan yang direncanakan akan dilakukan dengan Thailand telah ditunda karena kudeta.

Militer Thailand melakukan kudeta pada 22 Mei lalu dan kemarin mengesampingkan adanya penyelenggaraan pemilu untuk setidaknya satu tahun untuk memberikan waktu bagi "reformasi" politik, meskipun adanya kecaman internasional, seperti dilansir situs Asia One, Sabtu (31/5).

"Pemerintah Australia terus menyatakan keprihatinan serius tentang tindakan militer di Thailand," kata Bishop, dalam sebuah pernyataan bersama dengan Menteri Pertahanan David Johnston.

"Sejalan dengan keprihatinan kami, Australia akan mengurangi keterlibatan kami dengan militer Thailand dan akan menurunkan tingkat interaksi kami dengan pimpinan militer Thailand," lanjut dia. 

Bishop mengatakan Australia telah menunda tiga kegiatan yang direncanakan untuk beberapa pekan mendatang di Thailand, yakni kursus pelatihan hukum operasi militer bagi petugas Thailand dan dua kunjungan pengintaian, termasuk satu di antaranya untuk latihan kontra terorisme.

"Kami akan terus meninjau pertahanan dan kegiatan bilateral lainnya," kata dia.

Canberra juga telah menempatkan suatu mekanisme untuk mencegah para pemimpin kudeta Thailand melakukan kunjungan ke Australia.

Australia telah meminta militer Thailand untuk menetapkan rencana agar kembali ke demokrasi dan supremasi hukum sesegera mungkin, dan untuk menahan diri dari penahanan sewenang-wenang serta melepaskan mereka yang ditahan karena alasan politik.

Setelah kudeta, Amerika Serikat juga membatalkan latihan militer yang sedang berlangsung dengan Thailand dan kunjungan yang direncanakan oleh para pejabat Negeri Adikuasa itu.

Rekomendasi