Nasib resah bagi negeri terbelah

Bagi kelompok minoritas pendukung Ikhwanul Muslimin, naiknya pamor Sisi menjadi gambaran masa depan yang meresahkan.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Nasib resah bagi negeri terbelah
Demo Mesir. ©AFP PHOTO

Di jalanan Ibu Kota Kairo, Mesir, yang sibuk dan padat, sejumlah poster calon presiden Abdul Fatah al-Sisi bertebaran. Dalam foto di spanduk-spanduk besar itu Sisi digambarkan sebagai sosok guru, insinyur, dokter, hakim, dan panglima militer.Namun di wilayah lain, para pembenci Sisi mengguyurkan cat berwarna merah ke spanduk berwajah pria yang menggulingkan pemimpin demokratis pertama di Mesir, Muhammad Mursi. Mereka menyebut Sisi sebagai pria dengan tangan berlumuran darah sebab memerintahkan kekerasan terhadap para pendukung Mursi.Mantan panglima militer berusia 59 tahun itu tampaknya akan menang mudah dalam pemilihan umum presiden berlangsung kemarin dan hari ini, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Ahad (25/5). Sisi mendapat dukungan luas dari rakyat Mesir setelah melengserkan Mursi tahun lalu. Banyak kalangan mendukung tindakan keras pihak militer terhadap para pendukung Mursi. Ratusan orang tewas di jalanan Kairo dalam kerusuhan setelah Mursi digulingkan.Rakyat Mesir juga masih mendukung ketika ratusan anggota Ikhwanul Muslimin yang selama ini pro Mursi ditangkap dan dijatuhi hukuman mati. Kebanyakan warga Negeri Sungai Nil itu tidak memandang Sisi telah melanggar hak asasi karena mereka melihat dia sebagai sosok pemimpin yang bisa membawa ketenangan setelah tiga tahun negeri itu dilanda bara politik."Sisi punya kekuatan untuk mencapai stabilitas," kata akuntan bernama Ra'fat, 25 tahun.Namun bagi kelompok minoritas pendukung Ikhwanul Muslimin, naiknya pamor Sisi menjadi gambaran masa depan yang meresahkan."Dia akan segera tahu semua omongan dia itu bohong," kata seorang pemuda 22 tahun di sebuah warung kopi dekat poster Sisi."Salah satu alasan kami mengadakan revolusi (2011) adalah menyingkirkan sosok militer," kata dia.

Rekomendasi