Australia beri sanksi terhadap Rusia dan Ukraina terkait Krimea

Menlu Australia Julie Bishop mengatakan delapan warga Rusia dan empat warga Ukraina berperan dalam krisis Krimea.

Vincent Asido Panggabean
Australia beri sanksi terhadap Rusia dan Ukraina terkait Krimea
Warga Krimea berkumpul di Alun-Alun Lenin di Simferopol untuk merayakan penggabungan wilayah itu den. alarabiya.net

Australia akan memberlakukan sanksi keuangan dan larangan perjalanan kepada 12 warga dari Rusia dan Ukraina dalam menanggapi langkah Moskow mencaplok Krimea.

Menteri Luar Negeri Australia Julie Isabel Bishop mengatakan delapan warga Rusia dan empat warga Ukraina berperan dalam ancaman Rusia terhadap kedaulatan dan integritas teritorial dari Ukraina, seperti dilansir surat kabar the Australian, Rabu (19/3).

Bishop menolak untuk memberikan nama-nama mereka yang mendapat sanksi pada tahap ini untuk menghindari adanya kesempatan bagi mereka buat memindahkan uang dari rekening mereka yang mungkin ada di Australia.

Dia mengatakan meskipun larangan perjalanan bisa dikenakan dengan cepat, tapi akan memakan waktu lebih lama untuk membekukan aset dan rekening bank.

"Saya mengutuk dalam istilah paling kuat terhadap langkah Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mencaplok wilayah Krimea dari Ukraina," kata Bishop.

Pemungutan suara dalam referendum Krimea pada akhir pekan lalu dibuat untuk melepaskan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia. Putin dua hari lalu menandatangani sebuah dekrit mengakui Krimea sebagai sebuah negara merdeka.

Bishop mengatakan pemungutan suara tidak sah di Krimea pada 16 Maret itu dilakukan saat pasukan Rusia secara efektif mengendalikan wilayah tersebut dan tidak bisa membentuk dasar yang sah dari setiap perubahan terkait status Krimea.

"Situasi di Ukraina tetap tegang, dengan potensi akan adanya konfrontasi militer," ujar Bishop.

Rekomendasi