NSA mampu sadap semua percakapan telepon sebuah negara

Sistem ini memungkinkan badan milik pemerintah Amerika Serikat itu meninjau percakapan sampai satu bulan.

Vincent Asido Panggabean
NSA mampu sadap semua percakapan telepon sebuah negara
Penyadapan. ©2013 Merdeka.com

Badan Keamanan Nasional (NSA) telah mengembangkan sebuah sistem pengawasan yang dapat menyadap 100 persen percakapan telepon dari negara asing. Ini seperti dilaporkan surat kabar the Washington Post, kemarin.

Sistem ini memungkinkan badan milik pemerintah Amerika Serikat itu meninjau percakapan sampai satu bulan, setelah mereka mengambil tempat, seperti dilansir situs asiaone.com, Rabu (19/3).

Laporan ini dibuat dengan mengutip sumber-sumber memiliki pengetahuan langsung terkait sistem itu dan dari dokumen-dokumen disediakan oleh mantan kontraktor NSA, Edward Snowden.

Koran the Washington Post menulis, atas permintaan dari para pejabat Amerika, pihaknya tidak akan mengungkapkan rincian dapat digunakan untuk mengidentifikasi negara, di mana sistem itu sedang digunakan atau negara-negara lain di mana penggunaannya sedang dipertimbangkan.

Program penyadapan suara itu disebut MYSTIC dan sudah dimulai pada 2009.

Alat 'pengumpulan kembali' ini dan proyek terkait mencapai kapasitas penuh terhadap negara target pertama pada 2011.

"Dokumen perencanaan dua tahun kemudian mengantisipasi operasi serupa di tempat lain," tulis the Washington Post.

Dari tindakan awal, sistem pengumpulan ini merekam setiap percakapan masyarakat luas, menyimpan miliaran data dalam sebuah guliran selama 30 hari dan akan membersihkan percakapan yang lama di saat data baru tiba. Ini menurut sebuah ringkasan rahasia dikatakan the Washington Post.

Dalam metode pemantauan intelijen diungkapkan sejauh ini oleh Snowden, tidak ada program NSA lain yang diketahui dapat memonitor keseluruhan jaringan telepon.

NSA mengumpulkan meta data dari telepon, yakni data siapa yang menelepon dan berapa lama berlangsungnya percakapan, dan bukan isi dari panggilan itu, yang merupakan pengungkapan pertama dari Snowden.

Dalam sebuah pernyataan, Caitlin Hayden, juru bicara Badan Keamanan Nasional (NSA), menolak untuk mengomentari aktivitas tertentu terkait dugaan intelijen.

Snowden, saat ini buron, telah diberikan suaka di Rusia. Amerika telah menuntut dia dengan tuduhan kejahatan termasuk kegiatan mata-mata.

Rekomendasi