Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyetujui rancangan undang-undang untuk mencaplok Krimea.
Wilayah di semenanjung Laut Hitam itu kemarin memilih untuk memisahkan diri dari Ukraina dan berusaha untuk bergabung dengan Rusia, seperti dilansir situs CBC.ca, Selasa (18/3).
Dekrit ditandatangani Putin dan diunggah di situs resmi pemerintah pada Selasa pagi (waktu setempat) menjadi salah satu langkah akan memformalkan pencaplokan Krimea.
Putin telah menandatangani sebuah dekrit mengakui Krimea sebagai negara berdaulat dan merdeka, beberapa jam setelah Amerika Serikat dan Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepada pejabat Rusia atas intervensi negeri Beruang Merah itu ke Ukraina.
Tentara Rusia telah menduduki wilayah semenanjung itu selama lebih dari dua pekan dari sekarang.
Presiden Amerika Barack Obama memperingatkan akan adanya sanksi lebih banyak jika Rusia tidak berhenti mengganggu di Ukraina.