Afghanistan bebaskan 65 tahanan politik berbahaya

Mereka paling militan dari kelompok ekstremis Taliban.

Ardini Maharani
Oleh Ardini Maharani - Reporter
Afghanistan bebaskan 65 tahanan politik berbahaya
Hamid Karzai. ©Reuters

Afghanistan membebaskan 65 tahanan politik berbahaya dari penjara bekas digunakan Amerika Serikat. Mereka mengacuhkan peringatan Negara Adidaya itu yang mengatakan kemungkinan besar para tahanan keseluruhannya dari kelompok ekstremis Taliban bakal kembali ke angkat senjata dan membunuh pasukan koalisi serta militer Afghanistan.

Surat kabar the Huffington Post melaporkan, Kamis (13/2), pembebasan ini diperintahkan oleh Presiden Hamid Karzai setelah pemerintahannya mengambil alih penjara bekas Amerika di Afghanistan. Keputusan itu mendorong ketegangan antar dua negara menjelang penarikan sebagian besar pasukan militer internasional dari negara itu.

"Para tahanan dibebaskan sekitar 45 kilometer dari Ibu Kota Kabul," ujar juru bicara penjara Mayor Nimatullah Khaki. 

Karzai menyebut penjara itu justru menjadi tempat Taliban leluasa mendoktrin warga Afghanistan tidak terlibat dalam kelompok agar membenci negaranya. 

Militer Amerika mengeluarkan penyataan keras sebab para tahanan ini terkait langsung dengan pelbagai serangan menewaskan dan melukai banyak pihak termasuk 32 warga dan militer Negeri Paman Sam itu.

Di antara tahanan dibebaskan tercatat nama Muhammad Wali diduga ahli meracik bahan peledak Taliban. Dia bertanggung jawab atas banyak bom yang meledak di jalan-jalan umum ditujukan untuk pasukan Amerika dan Afghanistan. 

Rekomendasi