Basket lebih penting ketimbang politik dan hak asasi

Rodman sebelumnya sudah dua kali bertemu Kim Jong-un.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Basket lebih penting ketimbang politik dan hak asasi
Dennis Rodman perlihatkan fotonya bertemu Kim Jong-un. ©REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Mantan pebasket NBA Dennis Rodman bulan lalu mengatakan dia akan pergi ke Korea Utara bulan ini bukan untuk bicara politik atau hak asasi."Saya pergi ke sana hanya untuk bermain basket dan bersenang-senang," kata Rodman kepada Reuters, seperti dilansir koran Chicago Tribune, bulan lalu.Kunjungan Rodman ke Korea Utara ini diwarnai kabar mengenaskan tentang eksekusi paman Kim Jong-un, Jang Song Thaek, bulan lalu. Dia dianggap pengkhianat negara.Rodman sebelumnya sudah dua kali mengunjungi Korea Utara dan bertemu dengan Kim. Menurut Rodman pertemanan mereka tulus.Pegiat hak asasi Korea Utara yang berada di Ibu Kota Seoul, Korea Selatan, Shin Dong-hyuk menulis surat terbuka kepada surat kabar the Washington Post untuk meminta Rodman membicarakan pelanggaran hak asasi dengan Kim. Tapi Rodman menolak."Saya bukan politikus. Saya bukan duta besar. Saya tidak mau membuat dia (Kim) berpikir saya akan menjadi duta besar untuk memperalatnya," ujar Rodman.Kementerian Luar Negeri Amerika pekan ini mengatakan mereka belum berbicara dengan Rodman tentang rencana kunjungannya ke Korea Utara. Mereka menilai pembicaraan itu tidak banyak gunanya."Kami belum menghubungi Rodman. Dia ke sana bukan untuk pemerintah Amerika," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Marie Harf.Rodman rencananya akan berada di Korea Utara selama empat hari memberikan pelatihan basket bagi tim Korea Utara. Dia juga akan mengadakan pertandingan persahabatan dengan 12 pemain NBA melawan tim basket Korea Utara pada hari ulang tahun Kim besok.

Rekomendasi