Seorang hakim federal Amerika Serikat telah memerintahkan bahwa penyadapan massal dilakukan pemerintah Amerika terhadap jaringan telepon adalah legal. Keputusan ini muncul sepekan setelah pengadilan lain mengatakan sebaliknya.
Hakim distrik New York, William Pauley, menjelaskan tindakan penyadapan itu sebagai perlawanan terhadap jaringan Al-Qaidah, seperti dilansir situs bbc.co.uk, Sabtu (28/12).
Dia mengatakan program penyadapan dilakukan Badan Keamanan Nasional (NSA) kemungkinan telah mencegah terjadinya serangan seperti insiden 11 September.
Pekan lalu seorang hakim federal di Washington DC memerintahkan bahwa penyadapan itu kemungkinan melanggar konstitusi.Tapi dalam keputusan dikeluarkan kemarin, Hakim Pauley, dari Pengadilan Distrik Amerika untuk Distrik Selatan New York, mengatakan demi keseimbangan ekuitas dan kepentingan umum, dia dengan tegas mendukung posisi pemerintah.
Dalam keputusan setebal 53 halaman itu, dia menyimpulkan bahwa hak untuk bebas dari penggeledahan dan penyitaan adalah mendasar, tapi tidak mutlak.
"Setiap hari, orang-orang secara sukarela menyerahkan informasi pribadi dan tampaknya, informasi swasta sampai perusahaan trans nasional, yang mengeksploitasi data tersebut untuk keuntungan," ujar Pauley.
"Beberapa orang berpikir dua kali tentang hal itu, meskipun ini jauh lebih mengganggu daripada mengoleksi metadata telepon dalam jumlah besar," lanjut dia. "Tidak ada bukti bahwa pemerintah telah menggunakan salah satu metadata telepon secara massal yang dikumpulkan untuk tujuan apapun selain menyelidiki dan mengganggu serangan teroris."
Hakim Pauley juga memberhentikan sebuah gugatan diajukan oleh Serikat Kebebasan Sipil Amerika (ACLU), yang mengatakan kepada BBC mereka akan mengajukan banding.
"Kami sangat kecewa dengan keputusan ini, yang menafsirkan undang-undang yang relevan, menganggap implikasi privasi pengawasan pemerintah dan salah mendaftar sebuah preseden sempit dan ketinggalan zaman untuk membawa pergi inti perlindungan konstitusional," kataJameel Jaffer,wakil direktur hukum organisasi pembela hak-hak sipil itu.
Pemerintahan Presiden Barack Obama, yang telah defensif atas pembocoran program rahasia NSA, menyambut baik keputusan itu.
"Kami sangat senang pengadilan menemukan bahwa program penyadapan metadata telepon secara massal NSA adalah sah," kata Juru bicara Kementerian Kehakiman Amerika, Peter Carr, kepada BBC.