Molhem Barakat, remaja bekerja sebagai fotografer lepas untuk kantor berita Reuters dikabarkan tewas saat meliput pertempuran di sebuah rumah sakit di Suriah. Foto-fotonya kerap memperlihatkan konflik berdarah di negeri pimpinan Presiden Basyar al-Assad itu dan beredar di seluruh dunia.
Barakat meninggal pada Jumat pekan lalu saat dia mengambil foto-foto pejuang pemberontak dan pasukan pemerintah tengah berperang di dekat Rumah Sakit Kindi di Kota Aleppo. Rumah sakit itu diduga telah berubah menjadi barak pasukan rezim pemerintah, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Senin (23/12).
Barakat telah memiliki lusinan foto memperlihatkan kekerasan tak henti-hentinya di kota itu. Remaja 17 tahun itu telah mengirimkan foto-fotonya untuk Reuters sejak Mei lalu, dan banyak fotonya telah dipublikasikan di seluruh dunia.
Menurut profil di akun Facebook miliknya, Barakat berasal dari Kota Istanbul, Turki. Tetapi dia pergi ke Aleppo untuk bersekolah, sebelum akhirnya mulai bekerja sebagai fotografer lepas.
Di media sosial telah dibanjiri dengan berbagai pujian atas keberanian remaja bercita-cita sebagai fotografer itu. Banyak pujian ditulis dalam bahasa Arab ditujukan kepada remaja yang karya-karyanya telah digambarkan sebagai penuh inspirasi itu.
Jurnalis dari seluruh dunia menyatakan terkejut dan sedih mendengar kabar itu. Ribuan pengguna Twitter kemudian membalas kicauan Reuters atas pengumuman kematian Barakat.
Konflik berkobar di kota terbesar di Suriah itu kemarin di mana pesawat Suriah menembaki area perumahan dengan penuh bahan peledak dan membunuh puluhan orang.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi menyatakan penyerbuan itu, yang secara luas dikutuk sebagai melanggar hukum, sangat mematikan di tiga distrik dikuasai oposisi. Setidaknya 44 orang tewas, termasuk enam anak akibat serangan itu.
Direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi, Rami Abdel Rahman, mengatakan rezim pemerintahan Presiden Basyar al-Assad mencoba untuk mengubah warga di daerah dikuasai oposisi menentang para pemberontak.