Juru bicara Wali kota Buenos Aires, Argentina, kemarin menghadapi ancaman tuduhan kriminal, setelah menyebut Adolf Hitler sebagai seorang pria yang spektakuler. Ini didapat dari sumber di pengadilan.
Pria kelahiran Ekuador, Jaime Duran Barba, telah didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum Federal Guillermo Marijuan karena menyuarakan persetujuan atas tindak kriminal, seperti dilansir situs globalpost.com, Rabu (13/11).
Barba adalah staf utama Mauricio Macri, wali kota yang juga berpeluang sebagai calon presiden Argentina pada 2015 mendatang.
Argentina adalah rumah bagi komunitas Yahudi terbesar di Benua Amerika di luar Amerika Serikat, dengan sekitar 300 ribu orang.
Macri mengecam pernyataan juru bicaranya, tetapi tidak mengatakan apakah dia akan dipecat.
Duran Barba mengatakan hal itu dalam sebuah wawancara dengan majalah mingguan Noticias .
Dalam wawancara itu, Barba membandingkan pemimpin Venezuela Hugo Chavez dengan sang pemimpin Nazi Jerman itu.
"Mereka berdua memiliki peringkat persetujuan besar", kata Barba, ketika seorang reporter mengatakan dia tidak bisa membandingkan dua tokoh itu. "Tidak. Hitler adalah seorang pria yang spektakuler. Dia sangat penting di dunia."
"Sama sekali tidak ada kata-kata positif yang ditujukan bagi orang yang bertanggung jawab atas aksi genosida terbesar dalam sejarah," ujar Macri. Namun, dia menambahkan bahwa dirinya akan mempertahankan hak kebebasan berpendapat juru bicaranya.
Komunitas Yahudi Argentina mengalami sejumlah insiden anti-Semit, dan negara itu memiliki reputasi sebagai surga bagi penjahat perang Nazi setelah Perang Dunia II.
Lebih buruk lagi, serangan teror terburuk di Amerika Latin dalam sejarah modern pada 1994 menyasar komunitas Yahudi dan kasus itu masih belum terpecahkan. Mobil van yang melakukan pemboman bangunan Federasi Amal Yahudi Argentina (AMIA) mengakibatkan 85 orang tewas dan 300 lainnya terluka di Buenos Aires.