Mit. Itu saja dia sebut saat ditanya namanya. Dari pandangan matanya, dia tampak sedang melamun seraya menanti bus menuju Kota Alor Setar, Negara Bagian Kedah di terminal Duta. Sudah dua kali pemilihan umum, termasuk tahun ini, dia memutuskan tidak ikut mencoblos."Saya tidak tahu kalau mengundi itu membawa kebaikan," kata lelaki 31 tahun ini kepada wartawan merdeka.com Faisal Assegaf yang melaporkan dari Ibu Kota Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (3/5). "Katanya bakal lebih mudah dapat rumah."Banyak pihak meyakini pilihan raya ke-13 ini paling sengit sepanjang sejarah Malaysia. Survei dilansir lembaga jajak pendapat Merdeka Center dua hari menjelang pencoblosan, 42 persen responden menyokong Pakatan Rakyat (kelompok oposisi) untuk berkuasa. Hanya unggul satu persen ketimbang pendukung Barisan Nasional.Sebab itu, Mit bertekad menggunakan hak pilihnya pada pemilihan umum mendatang. "Saya akan daftarkan nama saya," ujar lajang keturunan China ini. Tidak seperti warga lain yang balik ke kampung halaman buat memilih, Mit pulang ke Alor Setar menjenguk neneknya.Kalau memang niat itu jadi dia laksanakan pada pemilihan umum lima tahun lagi, Mit memiliki dua pilihan partai sesuai basis etnisnya. Kalau condong ke oposisi, dia tentu bakal menyokong DAP (Partai Aksi Demokratik) yang tergabung bersama PKR (Partai Keadilan Rakyat) dan PAS (Partai Islam se-Malaysia) dalam Pakatan Rakyat. Bila propemerintah, dia mesti menyokong MCA (Asosiasi Malaysia-China).Lain halnya dengan Zuhaily, warga Alor Setar. Dia begitu antusias buat memilih. "Saya pasti akan gunakan hak saya karena ini pemilihan raya pertama buat saya," tutur pemuda 24 tahun ini saat ditemui terpisah di sebuah rumah makan. Dia merupakan pendukung PAS. Dia yakin oposisi bakal kembali berkuasa di Kedah seperti hasil pemilihan umum lima tahun lalu. Dua orang ini sama-sama tergiur komitmen para politisi. Boleh jadi, Mit terpana dengan dua slogan Najib: Rakyat didahulukan dan Menepati janji, membawa harapan. "Kalau saya ingin rakyat Malaysia lebih bebas berekspresi," tutur Zuhaily.
Obral janji jelang undi
Banyak pihak meyakini pilihan raya ke-13 ini paling sengit sepanjang sejarah Malaysia.
Advertisement
Rekomendasi