Polisi Malaysia tembak mati ABG saat menyisir Tandou

Kepolisian dan militer Malaysia terus mencari para penyusup Sulu. Reportase merdeka.com dari Sabah.

Hery H Winarno
Oleh Hery H Winarno - Reporter
Polisi Malaysia tembak mati ABG saat menyisir Tandou
Konflik Malaysia. REUTERS

Polisi Malaysia menembak mati seorang remaja berusia sekitar 12-15 tahun di Kampung Sungai Bilis, Tandou. Penembakan itu terjadi saat pasukan kepolisian dan militer Malaysia sedang menyisir di wilayah tersebut untuk mencari para penyusup Sulu.Menurut Kepala kepolisian Negara Malaysia Jenderal Tan Sri Ismail Omar, penembakan tersebut berawal saat pasukan Malaysia sedang menyisir Kampung Sungai Bilis. Tiba-tiba saja muncul 2 pria dan 3 wanita dari dalam hutan.Pasukan militer langsung menangkap dan melakukan pemeriksaan kepada mereka. Namun tak lama berselang terdengar bunyi dari dalam semak-semak di hutan di lokasi tersebut."Tiba-tiba kedengaran bunyi pergerakan dari kawasan semak hutan. Secara spontan, pasukan melepaskan tembakan ke arah belukar tersebut," ujar Ismail dalam pernyataannya, Minggu (9/3) malam.Tembakan tersebut rupanya mengenai dua orang. Seorang lelaki yang diperkirakan berusia 30 tahun tertembak di bagian kaki dan seorang ABG tewas tertembak."Pemeriksaan telah dilakukan dan didapati dua orang telah terkena tembakan. Seorang berumur sekitar 30 tahun telah cedera di kaki dan seorang lagi anak lelaki berumur sekitar 12 hingga 15 tahun telah meninggal dunia," terangnya.Namun Ismail tidak menyebutkan identitas dan siapa kedua orang yang ditembak tersebut. Hingga kini juga belum ada keterangan resmi mengenai dua orang yang ditembak mati tersebut dari pemerintah Malaysia.

Seperti dilaporkan reporter merdeka.com Hery H Winarno dari Lahad Datu, Malaysia telah menolak seruan gencatan senjata yang ditawarkan pemimpin tentara Sulu.Sekitar 200 pengikut Kesultanan Sulu dari kepulauan Filipina selatan itu tiba di Sabah bulan lalu menggunakan sejumlah kapal. Mereka berusaha merebut Sabah yang menurut mereka adalah wilayah milik nenek moyang mereka.Konflik ini menjadi yang terburuk terjadi di Malaysia dalam beberapa tahun terakhir.Kontak senjata yang terjadi dalam sepekan terakhir menimbulkan ketakutan bagi warga setempat.

Sementara itu, akses menuju Kampung Tandou hingga hari ini masih tertutup untuk umum, termasuk media. Hanya media yang mendapat izin dari Kementerian Penerangan (Jabatan Penerangan) yang bisa mendekat ke wilayah Tandou.

"Tanpa izin atau permit dilarang mendekat, apalagi masuk. Ini demi keselamatan," ujar anggota polisi Lahad Datu.

Akses dari Wilayah Lahad Datu menuju Kampung Tandou berjarak sekitar 130 kilometer. Di sepanjang jalan itu, enam hingga delapan barikade polisi Malaysia juga sudah dikerahkan di setiap titik.

Rekomendasi