Wajah Arab mulai geser dominasi latin di ajang ratu sejagat

Keikutsertaan Bahrain di ajang kecantikan internasional menandakan dunia mulai melirik perempuan Arab.

Ardini Maharani
Oleh Ardini Maharani - Reporter
Wajah Arab mulai geser dominasi latin di ajang ratu sejagat
Shaila Sabt. blogspot.com ©2013 Merdeka.com

Standar kecantikan perempuan tentu berbeda di seluruh dunia, namun dewasa ini keindahan kaum hawa dirangkum dalam pelbagai ajang kecantikan sejagat seperti miss universe, miss world, hingga lomba serupa diadakan di masing-masing negara.Jika sering menyimak perhelatan ratu-ratuan itu ada hal biasa terjadi di atas panggung yakni terpilihnya wakil-wakil berwajah latin yang masuk menjadi finalis. Ajang Miss Universe misalnya, saban tahun selalu menyebut wakil dari Venezuela untuk berada di posisi lima besar. Gadis-gaids asal negeri dipimpin Hugo Chaves itu memang terkenal eksotis dengan paduan mata, hidung, dan bibir mempesona. Mereka juga mendapat anugerah keindahan lain seperti rambut tebal, kulit mulus, dan kaki jenjang.Tak cuma Venezuela, beberapa negara latin ini pun langganan mengirimkan kontestan mereka dan mendapat perhatian juri yakni Meksiko, Puerto Rico, Republik Dominika, Panama, Brazil, Argentina, Kolombia, dan Peru. Perempuan asal Eropa dan Australia pun juga sering diunggulkan lantaran kecantikannya menjadi standar internasional, seperti dilansir situs resmi missuniverse.com.Ini mungkin membuat ironis banyak negara di Asia, Afrika, dan Timur Tengah lantaran minim kesempatan mereka untuk mendapat anugerah ratu sejagat. Hanya Thailand, Filipina, Jepang, dan India pernah menyabet gelar kehormatan itu lantaran selentingan rasial sebab empat negara itu disebut punya hubungan bilateral baik dengan Amerika Serikat, pusat ajang-ajang itu.Beberapa negara malah diwakilkan oleh mereka mempunyai wajah campuran untuk memenuhi standar sudah ditetapkan panitia, namun ini pun belum lagi berhasil. Namun bisa jadi anggapan ini tak selamanya benar. Stasiun televisi Al Arabiya kemarin melaporkan model asal Bahrain menjadi satu-satunya wakil dari Timur Tengah di ajang miss universe tahun ini. Jumlah mereka minim. Hanya satu negara teluk Arab rajin ambil bagian di ajang ini yakni Libanon, ada pun Turki masuk ke wilayah Asia. Keikutsertaan Bahrain tentu saja mengejutkan. Perempuan di negara ini masih belum mendapat kebebasan dan kesetaraan bahkan kaum hawa baru diizinkan ikut pemilu satu dekade lalu. Tapi gebrakan model cantik bernama Shaila Sabt memang di luar dugaan. Dia berhasil lolos menjadi peserta miss universe tahun ini dengan mulus. Malah saat menjadi bintang tamu sebuah stasiun televisi lokal, Sabt menyerukan pada warga Bahrain khususnya untuk memilih dia.Belum ada reaksi keras para pemimpin Bahrain saat warganya ini ikut ajang kecantikan. Namun banyak pihak mendukung langkah Sabt maju ke pemilihan ini. Berbekal tubuh seksi, mata besar, hidung mancung, warna rambut hitam, serta kulit yang cerah, perempuan 23 tahun ini percaya diri menjadi ratu sejagat selanjutnya.

Rekomendasi