Ikhlas al-Badawi, perempuan anggota parlemen Suriah asal Provinsi Aleppo, hari ini menyatakan membelot dari kubu rezim Assad. Saat ini dia dikabarkan berada di Turki.
Surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan, Jumat (27/7), Ikhlas al-Badawi menjadi anggota Partai Ba'ath pertama membangkang terhadap Presiden Basyar al-Assad. Dia terpilih menjadi wakil dewan rakyat Mei lalu. "Saya menyeberang ke Turki dan membelot dari rezim tiran karena mereka bertindak kejam dan melakukan penyiksaan di luar batas," kata Ikhlas al-Badawi.
Rabu lalu, dua diplomat Suriah Lamia al-Hariri dan Abdulatif Debagh, juga ikut membangkang. Mereka adalah pasangan suami istri dan kini dikabarkan berada di Qatar. Sebelumnya, dua duta besar Suriah, Bassa Imadi dan Nawaf Faris, sudah menyatakan hengkang dari mendukung kubu Assad.
Sejak konflik bersenjata meletup Maret tahun lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan sekitar 17 ribu orang tewas dan lebih dari sejuta lainnya mengungsi. Tentara pemerintah Suriah kini sedang bergerak menuju Aleppo guna menggempur basis pejuang oposisi. Mereka membawa berbagai senjata berat dibantu kekuatan udara.
Amerika Serikat kemarin menyatakan khawatir Assad bakal menggunakan senjata kimia buat menghancurkan perlawanan kaum pembangkang. Tentara Pembebasan Suriah (FSA) menyatakan mereka sudah siap menghadapi pertempuran besar di kota tujuan wisata dekat perbatasan Turki itu.