Asma al-Assad dijauhi sosialita internasional

Dunia kecewa sejak dirinya terang-terangan mendukung langkah suaminya, Bashar al-Assad mempertahankan kekuasaan.

Ardini Maharani
Oleh Ardini Maharani - Reporter
Asma al-Assad dijauhi sosialita internasional
Asma al-Assad mengenakan kaus kontroversial. Alarabiya.net/eng©2012 Merdeka.com

Asma al-Assad mulai dipinggirkan dari pergaulan sosialita Internasional. Dunia kecewa sejak dirinya terang-terangan mendukung langkah suaminya, Bashar al-Assad mempertahankan kekuasaan dengan cara apapun termasuk kekerasan.Situs jetset.com melaporkan, Kamis (12/7), kelakuan Asma berbanding terbalik dengan Ratu Rania asal Yordania. Dia justru ikut menjadi kayu bakar meningkatnya kerusuhan di negeri itu. Sementara Rania, dimanapun dia berada menjadi simbol keindahan dan kedamaian. Ibu negara ini pernah bersinar di pergaulan sosialita internasional. Citranya musnah sudah sejak rezim mulai membunuh lawan-lawan politiknya pada Maret tahun lalu. Asma ditendang dari perkumpulan perempuan sukses saat majalah fashion kenamaan, Vogue, menghapusnya dari daftar berpengaruh.Asma menyokong suaminya mengontrol negara. Konflik Suriah semakin meluas dan puluhan ribu orang mati sia-sia. Dunia mengharapkan Asma mampu menurunkan tensi Bashar dalam ambisinya, tapi dia malah memicu kemarahan internasional.Puncaknya ketika Asma memakai kaos hitam bertulisankan "Kau negaraku yang Indah". Kenyataan berbanding terbalik dengan kondisi Suriah. Dia dikecam di forum terbuka maupun internet. Forum daily life mengatakan perempuan ini mengecewakan. Padahal ketika Bashar menikahinya pada 2000, dia diharapkan membawa perubahan di negeri yang kerap dilanda konflik agama serta suku.Andrew Tabler, pengamat sosial Institut Washington untuk kebijakan Timur Tengah di Washington DC, Amerika Serikat, mengatakan Asma sebagai dualisme. Secara psikologis, Asma menolak kekerasan di negaranya, tapi secara fisik, dia membodohi dirinya sendiri. "Dia ingin menjadi putri kerajaan dan perempuan modern sekaligus," kata Tabler.Padahal, Asma bukan perempuan berotak pas-pasan. Dia mahasiswi berprestasi di kampus paling bergengsi di London, Inggris. Saat suaminya naik tahta, ia sempat mengelilingi Suriah mencari tahu masalah di negerinya.Namun usahanya gagal karena keluarga Bashar tidak menyukai Asma. Di sisi lain, sangat sulit perempuan memerangi korupsi dan betah berlama-lama di Suriah dinilai negara terburuk di dunia.

Rekomendasi