Setelah delapan hari mendekam di Penjara Torah, pinggiran Ibu Kota Kairo, Mesir, mantan presiden Husni Mubarak akhirnya mendapat kunjungan dari istrinya, Suzanne, bersama dua menantu perempuan mereka. Menurut seorang pejabat tidak mau disebutkan identitasnya, ketiga kerabat Mubarak itu datang kemarin subuh, seperti dilaporkan stasiun televisi Al Arabiya, Ahad (10/6). Sehari sebelumnya, pejabat berwenang melarang Suzanne menengok suaminya dirawat di ruang gawat darurat. "Kesehatan presiden (Mubarak) menurun, kondisinya masih buruk," kata pejabat itu. Dia menambahkan lelaki pernah memimpin Negeri Sungai Nil selama tiga dekade itu masih tidak sadarkan diri. Dokter hanya memberi asupan cairan dan yoghurt. Penurunan kesehatan Mubarak ini terjadi Rabu pekan lalu setelah dua hari sebelumnya Suzanne bersama dua pura mereka, Alaa dan Gamal, menengok. Suzanne menangis saat melihat suaminya yang divonis penjara seumur hidup itu berseragam tahanan. Detak jantung Mubarak tidak menentu dan dia butuh alat bantu pernapasan. Dia sempat pingsan sebelum akhirnya tidak sadarkan diri sampai sekarang.Karena kesehatannya terus menurun, kantor berita MENA melaporkan Kementerian Dalam negeri Mesir mengirimkan tim dokter buat mengawasi Mubarak sepanjang waktu. Seorang anggota tim mesdis Mubarak mengungkapkan pasiennya itu berisiko menderita stroke. Putra Mubarak, Alla, dilaporkan mendekam di sel dekat ayahnya. Namun, dia tidak bebas menjenguk.
Istri dan dua menantu jenguk Mubarak
Dia tidak sadarkan diri. Dokternya cuma memberi asupan cairan dan yoghurt.
Advertisement
Rekomendasi