Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy, dituduh telah menerima sumbangan dana kampanye dari Muammar Qaddafi sebanyak 42 juta Poundsterling untuk kampanye politiknya pada tahun 2007. Isu ini menjadi pembicaraan hangat kalangan oposisi di Prancis. Laporan tersebut dipublikasikan pada hari Senin (12/3) oleh sebuah media investigasi online, Mediapart. Media itu mendapatkan sebuah memo yang salah satu poin pentingnya adalah tentang kunjungan Qaddafi ke Prancis pada tahun 2007, salah satunya memastikan bahwa uang sumbangan tersebut benar-benar telah diterima oleh Sarkozy. Memo yang sekarang ada di tangan kepolisian Prancis ternyata bocor ke tangan Mediapart, bersamaan dengan dokumen lain seperti tiga buah surat Sarkozy dan Qaddafi pada tahun 2005 tentang sebuah negosiasi tertutup antarkeduanya.Putra dari Muammar Qaddafi, Saif al-Islam pada tahun lalu secara jelas menyatakan, ayahnya telah mendanai kampanye Nicolas Sarkozy pada kampanye tahun 2007. Saif yang saat ini menjadi tahanan pihak oposisi di Libya mengatakan Nicolas Sarkozy harus mengembalikan seluruh uang yang telah disumbangkan oleh ayahnya untuk kampanye pemilihan Prancis. "Kami membiayainya. Kami memiliki semua detail transaksi dan siap untuk mengungkapkan semuanya," ujar Saif al-Islam.Proses pemberian uang itu berjalan cukup rumit. Sementara pembicaraan untuk membantu Sarkozy telah dimulai pada tahun 2005, dua tahun sebelum kampanye pemilihan Presiden Prancis pada tahun 2007. Menurut memo yang dipublikasikan Mediapart, pada tahun 2005 dua orang pria dari Libya yang tidak disebutkan identitasnya menyatakan bahwa dana kampanye untuk 'NS' (Nicolas Sarkozy) telah "dibayar lunas". Uang tersebut tidak dapat diterima oleh tim kampanye Sarkozy secara tunai, maka dari itu Jean-Francois Cope yang merupakan pimpinan Partai Konservatif Prancis (UMP) tempat Sarkozy bernaung, mengusahakan untuk membuka rekening bank di Swiss dan Panama agar tidak dicurigai. Uang kampanye itu didistribusikan lewat perantara seorang pedagang senjata bernama Ziad Takieddine. Dia bertindak sebagai perantara pihak Libya dan politisi Prancis.Menurut analis politik Prancis, Yves Thibier, jika skandal ini terbukti maka semua orang yang terlibat akan berhadapan dengan proses hukum. Sementara itu juru bicara Prancis menyatakan bahwa permasalahan skandal pembiayaan kampanye hanya melibatkan pihak dalam negeri Prancis. "Mengenai masalah pembiayaan dari Qaddafi itu adalah hal yang berbeda sama sekali," ujar juru bicara kenegaraan.
Sarkozy dituduh terima 42 juta pounds dari Qaddafi
Saif al-Islam secara jelas menyatakan, ayahnya telah mendanai kampanye Nicolas Sarkozy pada kampanye 2007.
Rekomendasi