Pilpres Amerika Diwarnai Ancaman Bom di TPS, FBI Ungkap Lokasi Pelaku di Negara Kuat

"Sejauh ini tidak ada ancaman yang dianggap kredibel," kata FBI, Rabu (6/11).

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Pilpres Amerika Diwarnai Ancaman Bom di TPS, FBI Ungkap Lokasi Pelaku di Negara Kuat
Sistem Pemilu Amerika melalui “electoral college” telah menjadi tradisi selama lebih dari dua abad. Seiring waktu, sistem tersebut menuai pro dan kontra, dengan ratusan proposal diajukan ke Kongres Amerika Serikat untuk mereformasinya. (© 2024 merdeka.com)

Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat pada Selasa (5/11) mengaku tahu ada ancaman bom di tempat pemungutan suara (TPS) di sejumlah negara bagian.

FBI menduga bahwa banyak di antara pelaku ancaman bom tersebut dikirim berasal dari domain surel Rusia.

"Sejauh ini tidak ada ancaman yang dianggap kredibel," kata FBI melalui pernyataan, dikutip dari Antara, Rabu (6/11).

Sambil menggarisbawahi pentingnya integritas pemilu, FBI meyakinkan masyarakat bahwa pihaknya akan terus bekerja sama dengan mitra penegak hukum dalam mengantisipasi potensi ancaman.

Ganggu Pilpres Amerika

Pernyataan FBI itu muncul tak lama setelah Sekretaris Negara Bagian Georgia Brad Raffensperger membenarkan bahwa ancaman bom yang tidak kredibel yang ditujukan ke dua TPS di Fulton County berasal dari Rusia.

Menurut laporan media, ancaman tersebut menyebabkan evakuasi singkat di dua TPS pada Selasa dini hari, dari target lima TPS.

"Sepertinya mereka sedang melakukan kejahatan," kata Raffensperger kepada wartawan. 

Ia menambahkan bahwa "Mereka tidak ingin kita menyelenggarakan pemilu yang adil, akurat, berjalan lancar,”.

Rekomendasi