Pemerintah India Tutup Kota Kashmir Untuk Hentikan Demonstrasi Disertai Kekerasan

Senin, 17 Desember 2018 19:32 Reporter : Jayanti
Pemerintah India Tutup Kota Kashmir Untuk Hentikan Demonstrasi Disertai Kekerasan Polisi India gunakan ketapel bubarkan demo Kashmir. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Pihak berwenang India menutup kota Kashmir sebagai upaya untuk menghentikan protes yang berlangsung pada akhir pekan atas kasus pembunuhan warga sipil. Selain itu, pemerintah pun membawa para pemimpin separatis ke rumah tahanan.

Sebagaimana diketahui, kerusuhan tampak meningkat dalam beberapa pekam terakhir di wilayah dengan mayoritas Muslim itu. Sebanyak tujuh warga sipil tewas pada Sabtu (15/12) ketika pasukan keamanan melepaskan tembakan ke sebuah aksi protes atas pembunuhan tiga militan.

Separatis berencana akan berbaris menuju markas tentara di kota utama Kashmir di Srinagar pada hari Senin, tetapi pemimpin separatis Syed Ali Shah Geelani dan Mirwaiz Umar Farooq mengatakan mereka telah ditahan dalam rumah agar tidak bisa memimpin demo tersebut, sebagaimana dilansir dari Channel News Asia Senin (17/12).

Polisi dan pasukan para-militer memasang barikade di berbagai bagian di kota Srinagar, termasuk pada jalan-jalan menuju markas tentara, dan mereka melakukan patroli secara giat.

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan oleh tentara pada Minggu (16/12), mereka memperingatkan penduduk agar tidak digunakan sebagai alat untuk membuat masalah.

"Tentara mengimbau orang-orang untuk tidak menjadi mangsa terhadap desain pasukan anti-nasional, Ini adalah upaya untuk mengadu penduduk sipil melawan pasukan keamanan," kata tentara.

Satu tentara telah terbunuh saat terjadi kekerasan pada sabtu lalu. Tokoh-tokoh, kantor pemerintahan dan bank-bank ditutup di Srinagar dan daerah-daerah sekitarnya, sehingga lalu lintas sepi di jalanan. pihak berwenang juga telah menutup koneksi internet dan aktivitas kereta api. [ias]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini