Pangeran Saudi Sebut CIA Tak Bisa Dipercaya Dalam Kasus Khashoggi

Senin, 26 November 2018 17:04 Reporter : Jayanti
Pangeran Saudi Sebut CIA Tak Bisa Dipercaya Dalam Kasus Khashoggi pangeran saudi turki al faisal. ©The National

Merdeka.com - Pangeran senior Arab Saudi Turki al-Faisal meragukan laporan Central Intelligence Agency (CIA) yang dalam temuannya mengatakan bahwa Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman adalah orang yang memerintahkan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Istanbul bulan lalu. Faisal mengatakan CIA tidak dapat diandalkan untuk mencapai kesimpulan yang bisa dipertanggungjawabkan.

"CIA belum tentu standar tertinggi kebenaran atau akurasi dalam menilai situasi. Contohnya ada banyak," kata Pangeran Turki Al Faisal kepada wartawan di Abu Dhabi pada hari Sabtu (24/11), sepert dikutip Aljazeera.

Pangeran yang merupakan mantan kepala intelijen Saudi dan menjabat sebagai duta besar untuk Amerika Serikat itu, mengatakan kesimpulan yang pernah dibuat CIA bahwa Irak memiliki senjata kimia sebelum invasi Amerika Serikat pada tahun 2003 menunjukkan itu salah satu contoh bahwa badan intelijen AS itu tidak dapat diandalkan.

"Itu merupakan hal yang paling mencolok dari penilaian yang tidak akurat dan salah, yang menyebabkan perang besar-besaran yang mengakibatkan ribuan orang tewas," ujar dia ketika berbicara di acara yang diselenggarakan oleh lembaga peneliti Beirut Institute.

"Saya tidak mengerti mengapa CIA tidak diadili di Amerika Serikat. Ini adalah jawaban saya atas penilaian mereka tentang siapa yang bersalah dan siapa yang tidak dan siapa yang melakukan apa di konsulat di Istanbul," lanjutnya.

Sebelumnya, CIA menyimpulkan bahwa Pangeran bin Salman memerintahkan operasi untuk membunuh Khashoggi seperti pertama kali dilaporkan oleh The Washington Post, dan memberi penjelasan lainnya dari temuan yang di dapat kepada pemerintah Amerika Serikat, kata sumber kepada kantor berita Reuters pekan lalu.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah CIA telah mencapai kesimpulan itu. Dia mengatakan CIA 'merasa kesimpulan mereka adalah seperti itu'.

Sebuah surat kabar Turki juga melaporkan pada hari Kamis bahwa Direktur CIA, Gina Haspel, memberi isyarat kepada pejabat Turki bahwa CIA memiliki rekaman panggilan yang berisikan putra mahkota memberi instruksi untuk membungkam Khashoggi.

Wartawan Saudi itu dibunuh ketika mendatangi konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober lalu untuk mengurus dokumen buat pernikahannya dengan seorang perempuan Turki.

Jaksa penuntut umum kerajaan itu juga menjatuhkan hukuman mati bagi lima tersangka yang dituduh melakukan pembunuhan, namun Jaksa itu mengatakan bahwa Pangeran Muhammad bin Salman tidak mengetahui mengenai operasi itu.

Pangeran Turki mengatakan kepada kantor berita The Associated Press bahwa pembunuhan terhadap Khashoggi adalah sebuah insiden yang tidak dapat diterima karena menodai citra Arab Saudi di hadapan dunia.

"Kami harus menanggungnya. Itu bukan sesuatu yang seharusnya tidak dihadapi. Dan kami menghadapinya," kata pangeran. [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini