Najib Razak dilaporkan ke KPK Malaysia karena halangi penyelidikan korupsi

Senin, 14 Mei 2018 22:02 Reporter : Merdeka
najib razak kecam myanmar soal rohingya. ©AP

Merdeka.com - Mantan pejabat Komisi Anti korupsi Malaysia, Abdul Razak Idris, melaporkan mantan Perdana Menteri Najib Razak ke lembaga antirasuah MACC. Abdul menuding Najib Razak, secara pribadi menghalangi penyelidikan skandal korupsi 1MDB senilai USD 3,2 miliar.

Dilansir dari The Guardian, Senin (14/5), Abdul mengklaim Najib Razak, dengan bantuan pegawai negeri lainnya telah mencegah penyelidikan penuh terhadap miliaran dolar yang digelapkan dari 1MDB.

Najib Razak diduga mentransfer USD 681 juta dari dana 1MDB ke rekening bank pribadinya, mendanai belanja mewah sang istri. Namun, perdana menteri ke-6 Malaysia tersebut membantah semua tuduhan yang diarahkan padanya.

1MDB adalah lembaga investasi yang didirikan pemerintah Negeri Jiran untuk memberikan manfaat pada rakyatnya. Gagasannya, 1MDB akan berinvestasi dalam sejumlah proyek di seluruh dunia, kemudian keuntungannya akan dikembalikan pada rakyat Malaysia.

Namun, dalam praktiknya, organisasi ini dituduh telah menyedot dana negara ke rekening pribadi Najib Razak dan orang-orang dekatnya.

Penyelidikan yang dilakukan terhadap Najib selama masa jabatannya pada akhirnya membersihkannya dari semua tuduhan. Sementara, di lain sisi, langkah tersebut dilihat secara luas sebagai sandiwara dan dokumen penting terkait dengan penyelidikan 1MDB disembunyikan atau dilarang di bawah segel official secrets act.

Perdana Menteri Malaysia yang baru terpilih, Mahathir Mohamad telah mengatakan bahwa jaksa agung diperintahkan untuk mengambil cuti sembari menunggu penyelidikan atas perannya dalam menutupi skandal 1MDB.

"Ada banyak keluhan terhadap Jaksa Agung, namun tidak ada laporan resmi. Atas dasar itu, kami memberinya cuti ... setelah penyelidikan dilakukan, maka kami dapat menangguhkannya dan mencegahnya meninggalkan negara ini," kata Mahathir.

Reporter: Khairisa Ferida

Sumber: Liputan6.com [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini