Militan Rohingya serang pos polisi Myanmar, 12 orang tewas

Jumat, 25 Agustus 2017 13:44 Reporter : Pandasurya Wijaya
Militan Rohingya serang pos polisi Myanmar, 12 orang tewas Myanmar kerahkan militer ke wilayah muslim Rohingya. ©AFP PHOTO/Ye Aung Thu

Merdeka.com - Sedikitnya lima polisi dan tujuh militan muslim Rohingya tewas di Negara Bagian Rakhine setelah kelompok militan menyerang 24 pos polisi secara serentak tadi malam.

Polisi mengatakan para militan membawa senjata api dan parang lalu menyerang sejumlah pos pemeriksaan di perbatasan, seperti dilansir kantor berita the Associated Press, Jumat (25/8).

Serangan itu dilaporkan terjadi lewat tengah malam, beberapa jam setelah Ketua Komisi Penasihat Rakhine yaitu mantan Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan menyerahkan laporan tentang konflik sektarian di Myanmar. Dalam laporan itu Annan menyerukan pemerintah Myanmar meningkatkan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial untuk memecahkan konflik antara warga Buddha dan kelompok minoritas muslim Rohingya.

"Lebih dari 150 penyerang muslim mengepung pos kami dengan parang dan senjata," ujar Htun Naing, polisi perbatasan di Desa Taung Pasa, sebelah utara Buthidaung.

"Dua polisi perbatasan dari pos saya di Desa Taung Pasa dan total lima polisi tewas," kata Htun Naing.

Serangan tadi malam serupa dengan apa yang terjadi pada Oktober tahun lalu yang menewaskan sembilan polisi. Selepas kejadian Oktober itu militer Myanmar menggelar operasi yang membuat 87 ribu warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh dan PBB menuduh pasukan militer Myanmar melakukan kejahatan kemanusiaan. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini