Menteri Israel Sebut Mereka Tak Akan Hentikan Perang Sampai Seluruh Rakyat Palestina Terusir dari Gaza

Israel telah melobi sejumlah negara untuk menerima pengungsi Palestina.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Menteri Israel Sebut Mereka Tak Akan Hentikan Perang Sampai Seluruh Rakyat Palestina Terusir dari Gaza
Menteri Israel Sebut Mereka Tak Akan Hentikan Perang Sampai Seluruh Rakyat Palestina Terusir dari Gaza (Merdeka.com)

Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, dalam sebuah pidato di Tepi Barat yang diduduki pada Selasa menyatakan Israel tidak akan menghentikan operasi militernya sampai ratusan ribu warga Palestina di Gaza terusir dan wilayah Suriah terpecah.

Smotrich menegaskan bahwa perang hanya akan berakhir ketika Gaza "dibersihkan" dari Hamas dan ratusan ribu warga Palestina diusir ke negara lain. Ia juga menyerukan pembagian Suriah, sebuah pernyataan yang menggarisbawahi ambisi Israel untuk melakukan perubahan besar-besaran di Timur Tengah.

Pernyataan Smotrich ini bukan sekadar pernyataan individual, melainkan mencerminkan meningkatnya seruan di dalam pemerintahan Israel untuk pemindahan paksa warga Palestina dari Jalur Gaza. Beberapa diplomat dan analis internasional bahkan berpendapat bahwa tindakan-tindakan Israel yang menyebabkan kondisi tidak layak huni di Gaza bertujuan untuk memaksa pengusiran warga Palestina.

"Dengan pertolongan Tuhan dan keberanian rekan-rekan seperjuangan Anda yang terus berjuang bahkan sekarang, kami akan mengakhiri kampanye ini ketika Suriah dibubarkan, Hizbullah dikalahkan dengan telak, Iran dilucuti dari ancaman nuklirnya, Gaza dibersihkan dari Hamas dan ratusan ribu warga Gaza sedang dalam perjalanan keluar ke negara lain," kata Smotrich dalam pidatonya, dikutip dari Middle East Eye, Jumat (2/5).

Israel telah melobi sejumlah negara untuk menerima pengungsi Palestina. Ide tersebut mendapat momentum ketika Presiden AS Donald Trump pada Februari menyerukan agar Gaza dikosongkan dan diambil alih oleh AS untuk membangun pembangunan resor mewah.

Meskipun rencana Trump yang disebut "Gaza Rivera" telah memudar dari pusat perhatian, Israel telah meningkatkan serangannya terhadap daerah kantong itu, dan situasi kemanusiaan telah menjadi mengerikan.

Rekomendasi