Kota Gladiator Ditemukan, Ada Saluran Pembuangan Kuno yang Airnya Masih Mengalir Sejak 2.250 Tahun Lalu

Saluran pembungan itu cukup besar hingga bisa dilewati oleh manusia.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Kota Gladiator Ditemukan, Ada  Saluran Pembuangan Kuno yang Airnya Masih Mengalir Sejak 2.250 Tahun Lalu
The new film is out now, but why not relive the action with Russell Crowe and that tiger? (© 2024 merdeka.com)

Sebuah saluran pembuangan kuno berusia sekitar 2.250 tahun ditemukan arkeolog selama melakukan penggalian di Turki. Yang mengejutkan adalah air masih mengalir di saluran itu.

Salah satu bagian sistem saluran pembuangan tersebut adalah saluran pembuangan besar di bawah teater yang saking besarnya mampu dilewati manusia. Sistem tersebut bekerja dengan mengalirkan air dari bawah teater menuju sungai terdekat.

"Air masih mengalir dengan sendirinya bahkan setelah 2.250 tahun. Itulah sebabnya kami sangat senang," jelas Dr. Bilal Söğüt, pemimpin Tim Penggalian, seperti dikutip dari laman Mirror, Minggu (8/12).

"Semua sistem pembuangan limbah ini terhubung ke jalan-jalan dan dialirkan menuju sungai di mana pembuangannya tidak menimbulkan ketidaknyamanan apapun bagi penduduk kota," kata para ahli.

Kota Gladiator kuno

Saluran pembuangan yang besar itu ditemukan di kota kuno bernama ‘Stratonikeia’ di Mugla, Turki.

UNESCO menjelaskan kota ‘Stratonikeia’ dikenal sebagai ‘Kota Gladiator’ yang merupakan pusat bagi para gladiator untuk dilatih, melakukan demonstrasi dan menghabiskan hidup mereka setelah pensiun.

Para ahli meyakini

olahraga sangat dijunjung tinggi bagi masyarakat Stratonikeia di mana para ahli menemukan apa yang disebut gimnasium terbesar di zaman kuno pada abad ke-2 SM tepat di sebelah barat gerbang utara.

“Kompleks dengan lebar 105 meter dan panjang 267 meter ini berfungsi sebagai pusat olahraga dan ruang kelas, tempat kelas sejarah dan filsafat diberikan di masa lalu," jelas UNESCO.

Situs UNESCO saat ini telah mengajukan permohonan untuk kota Stratonikeia dijadikan sebagai situs Warisan Dunia pada tahun 2015 namun saat ini masih dalam ‘daftar sementara’.

Para ahli meyakini, saluran pembuangan ini berfungsi dari zaman Helenistik (Yunani), Romawi, Bizantium, dan Ottoman hingga saat ini. Lebih jauh para ahli mengatakan penemuan ini mengungkap kekayaan sejarah wilayah dan gaya hidup pemukiman kuno.

Reporter Magang: Elma Pinkan Yulianti

Rekomendasi