Kota di Prancis Izinkan Muslim Pakai Burkini di Kolam Renang

Rabu, 18 Mei 2022 17:07 Reporter : Hari Ariyanti
Kota di Prancis Izinkan Muslim Pakai Burkini di Kolam Renang muslimah berenang pakai burkini di prancis. ©Facebook

Merdeka.com - Pemerintah Kota Grenoble di Prancis mengizinkan perempuan Muslim memakai "burkini" di kolam renang milik pemerintah. Persoalan burkini selalu menjadi kontroversi dan perdebatan panas di Prancis.

Burkini adalah plesetan dari bikini, baju renang yang khusus untuk perempuan Muslim. Berbeda dari bikini yang terbuka, burkini didesain serba tertutup dan dilengkapi penutup kepala.

Para pengkritik menilai burkini menonjolkan simbol Islamisme dan tidak sesuai dengan tradisi sekuler Prancis.

Burkini dilarang di sebagian besar kolam renang milik pemerintah, dengan alasan higienitas, bukan dikaitkan dengan agama. Kolam renang milik pemerintah biasanya menetapkan aturan ketat soal pakaian renang, yang juga berlaku untuk laki-laki yang dilarang memakai celana renang yang terlalu ketat.

"Kami ingin perempuan dan laki-laki bisa berpakaian seperti yang mereka mau," kata Wali Kota Grenoble, Eric Piolle kepada radio RMC, dikutip dari France 24, Rabu (18/5).

Piolle adalah salah satu politikus terkemuka dari partai Hijau atau EELV yang memimpin koalisi sayap kiri di dewan kota Grenoble. Langkah Piolle mengizinkan burkini ditentang oposisi dan juga rekan satu partainya. Dia harus berjuang keras untuk mendapatkan dukungan suara agar rapat dewan kota menyetujui kebijakannya.

Namun perjuangannya membuahkan hasil. Setelah pembahasan selama 2,5 jam dalam rapat dewan kota, 29 anggota setuju dengan kebijakan burkini tersebut, 27 suara menentang, dan dua suara abstain.

[pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini