Kenapa Turki Identik dengan Negeri Kebab? Ini Fakta Menariknya

Senin, 6 Mei 2019 20:51 Reporter : Tim Merdeka
Kenapa Turki Identik dengan Negeri Kebab? Ini Fakta Menariknya Ilustrasi kebab. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/paulista

Merdeka.com - Turki identik dengan kebab. Khususnya di Istanbul. Kota itu menghubungkan dua benua, yakni Eropa dan Asia. Asimilasi budaya yang dibawa ke Istanbul oleh para imigran dari berbagai negara seperti Eropa Timur, Afrika Utara, dan Timur Tengah telah menjelma dalam kuliner unik itu.

Istanbul disebut sebagai kota kebab bukan tanpa alasan. Kota itu mungkin menjadi satu-satunya tempat di Turki di mana kita dapat mencicipi beragam varian kebab, dari berbagai penjuru negeri. ternyata masing-masing daerah di turki memiliki kebab dengan gayanya sendiri.

"Kita dapat mengelilingi Istanbul hanya dengan makan kebab, dan (secara otomatis) telah merasakan setiap wilayah di Turki," kata Penulis Kuliner Ansel Mullins, seperti dikutip CNN pada Senin (6/5).

Hal itu menurutnya karena di Istanbul terdapat orang-orang dari berbagai penjuru Turki. "(Mereka) didorong alasan ekonomi, atau untuk menghindari tempat bahaya pada dekade sebelumnya," kata Mullins yang merupakan seorang penulis sekaligus pendiri Culinary Backstreet, perusahaan wisata kuliner.

Dari wilayah yang satu ke yang lain, banyak sekali perbedaan dalam makanan tradisional Turki, tak terkecuali kebab. Di beberapa negara Barat, kebab mungkin identik berisi daging. Namun, Turki memiliki caranya sendiri untuk mendefinisikan makanan unik itu.

Di Negeri Turki, kebab dapat disajikan bersama apa saja. Bisa jadi ikan atau sejenisnya yang dibakar langsung pada api. Beberapa kebab yang terkenal di Turki adalah Doner Kebab yang secara harfiah berarti kebab yang berputar dan Kebab Shish. Sementara itu, wilayah Kadinlar Pazari di Distrik Fatih dikenal dengan kebab Buryan.

Kebab Buryan dibuat dengan daging domba yang dimasak di atas batu bara. Banyak orang mengidamkan Buryan khususnya yang bergaya Siirt. Konon, kebab Buryan terbaik dapat ditemukan di restoran lokal bernama Siirt Seref.

"Saya pikir tempat ini (Istanbul) adalah representasi banyak kota," kata Mullins.

Dia menambahkan bahwa makanan tradisional seperti kebab menjadi bukti berbagai keluarga yang datang dari tempat jauh masih melestarikan budayanya.

Tertarik untuk makan kebab saat berbuka puasa nanti?

Reporter: Siti Khotimah

Sumber: Liputan6.com [ian]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini