Menteri Jerman berani semprot Trump soal muslim
Merdeka.com - Sikap ngotot Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk tetap melarang masuknya warga dari tujuh negara Muslim meski ditangguhkan pengadilan. Rupanya tindakan itu ditentang banyak negara di Eropa, termasuk Jerman.
Dilansir The Straits Times, Sabtu (18/2), Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen memperingati agar perang melawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tidak bergeser. Dia menyebut umat Islam bukan musuh bagi dunia.
"Kita harus hati-hari untuk tidak mengalihkan perang menjadi melawan Islam dan Muslim secara umum," kata von der Leyen saat berpidato, memberikan peringatan kepada Amerika Serikat.
Pada Kamis (16/2) lalu, Trump menyatakan akan menerbitkan perintah eksekutif baru untuk mengganti kebijakannya yang ditangguhkan pengadilan. Aturan ini tidak jauh beda dengan yang pertama, yakni melarang masuknya warga dari tujuh negara mayoritas Muslim.
Dia berkilah, aturan ini untuk melindungi negaranya dari serangan teroris.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya