Istri Pengusaha Kaya Norwegia Diculik, Pelaku Minta Tebusan Rp 140,6 Miliar

Kamis, 10 Januari 2019 18:34 Reporter : Merdeka
Istri Pengusaha Kaya Norwegia Diculik, Pelaku Minta Tebusan Rp 140,6 Miliar Anne-Elisabeth Falkevik Hagen. ©CNN

Merdeka.com - Anne-Elisabeth Falkevik Hagen (68), istri seorang pengusaha kaya asal Norwegia dilaporkan menjadi korban penculikan. Ia dikabarkan hilang sejak beberapa bulan lalu, demikian kata ke polisian lokal yang baru mengungkap kasus itu ke publik pekan ini.

Menurut laporan BBC yang dikutip Kamis (10/1), Hagen diculik di rumahnya di dekat Oslo pada 31 Oktober 2018.

Penyelidikan telah berlangsung sejak itu, kata kepolisian Norwegia, tetapi sengaja tidak digembar-gemborkan ke publik karena "munculnya ancaman yang sangat serius."

Menurut laporan media Norwegia, para penculik menuntut uang tebusan senilai USD 10 juta (berkisar Rp 140,6 miliar).

Televisi NRK mengatakan, uang tebusan telah diminta dalam jumlah yang setara dengan mata uang kripto Monero --yang mirip dengan Bitcoin.

Meski permintaan tebusan sudah disampaikan, namun sampai saat ini, belum ada bukti yang menunjukkan apakah Anne-Elisabeth Hagen masih dalam kondisi selamat.

" Polisi telah menyarankan agar keluarga tidak memenuhi permintaan pelaku," kata Tommy Broske, kepala unit investigasi.

Anne-Elisabeth Falkevik Hagen menikah dengan Tom Hagen, seorang pengusaha dengan kekayaan diperkirakan sebesar 1,7 miliar krone Norwegia (berkisar Rp 2,8 triliun) berkat industri real estat dan energi.

Majalah keuangan Norwegia, Kapital, memasukkan nama Tom Hagen di urutan ke-172 dalam daftar orang-orang terkaya di negara itu.

NRK mengatakan, pasangan itu menjalani "gaya hidup sederhana" di Lorenskog, sebelah timur Oslo, Norwegia dan menggambarkan Tom Hagen sebagai "pemalu dan tertutup".

Berita hilangnya Anne-Elisabeth Falkevik Hagen selama berbulan-bulan pertama kali dilaporkan oleh surat kabar Aftenposten pada Rabu 9 Januari 2019 pagi waktu lokal.

Harian itu mengatakan telah mengetahui tentang kasus tersebut, tetapi memilih untuk tidak mempublikasikan rincian untuk melindungi keselamatan Anne-Elisabeth Hagen.

Dikatakan bahwa Nyonya Hagen tampaknya telah diculik dari kamar mandi rumahnya dan ada "dialog terbatas" dengan para penculik yang diduga melalui internet.

Pada Rabu 9 Januari pagi, ketika Aftenposten menerbitkan laporannya, polisi meletakkan sebuah penjagaan di sekitar rumah pasangan itu.

Dalam sebuah pernyataan, polisi mengatakan mereka telah membuat keputusan untuk mempublikasikan kasus tersebut --meskipun ada ancaman dari para penculik-- untuk memancing penggalian informasi lebih lanjut.

Pernyataan polisi mengatakan dugaan utama atas kasus itu adalah "bahwa perempuan itu diculik melawan kehendaknya" dan bahwa pekerjaan forensik "komprehensif" telah dilakukan di rumah korban.

"Tujuan kami adalah untuk menemukan wanita itu hidup dan mengembalikannya kepada keluarga," kata Tommy Broske, kepala unit investigasi.

"Seperti dalam semua kasus kriminal serius, waktu adalah faktor penting, dan kami mengandalkan informasi untuk membantu kami menemukan perempuan yang hilang."

Pengacara Tom Hagen, suami korban, telah mengatakan kepada outlet berita dia tidak akan mengomentari kasus saat ini.

Reporter: Rizki Akbar Hasan

Sumber: Liputan6.com [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini