Israel Sebar Selebaran Berisi Ancaman di Gaza, Kutip Ayat Alquran dan Perintahkan Warga Palestina Patuh atau Diusir
Penjajah Israel dikenal kerap menggunakan taktik psikologi untuk menimbulkan ketakutan terhadap warga Palestina.
Pasukan penjajah Israel menyebarkan selebaran berisi ancaman terhadap warga Palestina di Jalur Gaza. Selebaran dalam bahasa Arab itu disertai gambar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Dalam selebaran tersebut, penjajah Israel mengutip ayat Alquran dan memerintahkan warga Palestina untuk mematuhi atau bekerja sama dengan otoritas Israel, jika tidak maka mereka akan diusir dari tanah air mereka. Demikian dilansir TRT World, Jumat (21/2).
Warga Palestina dan aktivis menilai selebaran tersebut sebagai bagian dari perang genosida Israel selama 16 bulan di Gaza dan pesan-pesan yang disampaikan di dalamnya sangat mengkhawatirkan.
"Peta dunia tidak akan berubah jika seluruh rakyat Gaza tidak ada lagi," salah satu bunyi pesan mengancam dalam selebaran tersebut.
"Tidak akan ada orang yang akan kasihan pada kalian, dan tidak akan ada orang yang akan menanyakan tentang kalian. Kalian ditinggalkan sendirian untuk menghadapi takdir yang tidak tertanggungkan," lanjut selebaran tersebut.
Penjajah Israel dikenal kerap menggunakan taktik psikologi untuk menimbulkan ketakutan terhadap warga Palestina.
Selebaran yang memuat propaganda dan psy-op Israel tersebut juga mendesak warga Palestina di Gaza untuk tidak bergantung pada negara-negara Arab tetangganya.
“Baik Amerika maupun Eropa tidak peduli dengan Gaza dengan cara apa pun. Bahkan negara-negara Arab kalian, yang sekarang menjadi sekutu kami, memberi kami uang dan senjata dan hanya mengirimi kalian kain kafan.”
“Teks ini merupakan pengakuan atas berbagai kejahatan perang – secara terbuka mengancam seluruh penduduk dengan genosida, pembersihan etnis, dan pemindahan paksa,” kata Jehad Abusalim, Direktur Eksekutif Institut Studi Palestina.
Intimidasi dan Teror
"Setelah peristiwa yang terjadi, gencatan senjata sementara, dan sebelum penerapan rencana wajib Trump – yang akan memaksa kalian untuk melakukan pengungsian baik kalian menerimanya atau tidak – kami telah memutuskan untuk mengajukan permohonan terakhir kepada mereka yang ingin menerima bantuan sebagai imbalan atas kerja sama dengan kami. Kami tidak akan ragu sejenak untuk memberikan bantuan," lanjut selebaran tersebut.
"Siapapun yang ingin menyelamatkan diri sebelum terlambat, kami ada di sini, dan kami akan tetap di sini sampai Hari Pembalasan.”
“Selebaran ini merupakan pesan intimidasi dan teror dari tentara Israel kepada warga Gaza,” kata Ramy Abdu, ketua Pemantau Hak Asasi Manusia Euro-Med.
“Hal tersebut mencakup teks-teks agama yang terdistorsi dan dimanipulasi untuk memberikan dampak psikologis, serta ancaman langsung berupa pemindahan paksa dan penerapan rencana pemaksaan Trump,” tambah Abdu.
Ancaman ini disebarkan setelah Donald Trump mengungkapkan rencananya mengusir warga Gaza ke Yordania dan Mesir, dan menjadikan Gaza "Riviera di Timur Tengah".