Israel Kerahkan 200 Jet Tempur dan 330 Amunisi untuk Membunuh Jenderal-Jenderal Iran
Israel semalam melancarkan serangan udara ke Teheran dan sejumlah lokasi lain di Iran, termasuk fasilitas nuklir.
Militer Israel semalam mengatakan mereka menyerang Ibu Kota Teheran, Iran dengan mengerahkan ratusan jet tempur.
Mengonfirmasi kematian Panglima Militer Iran Mohammad Bagheri dan dan Pemimpin Pasukan Garda Revolusi Mayor Jenderal Hossein Salami, Juru bicara militer Israel Brigjen Effie Defrin mengatakan 200 jet tempur Israel telah menjatuhkan 330 munisi selama serangan tersebut.
"Lebih dari 200 jet tempur digunakan oleh Israel untuk menyerang Iran," kata dia, seperti dilansir the Times of Israel, Jumat (13/6).
"Kami sekarang dapat mengonfirmasi bahwa Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Komandan IRGC, dan Komandan Komando Darurat Iran semuanya telah dilumpuhkan dalam serangan Israel di seluruh Iran oleh lebih dari 200 jet tempur.
Balas dendam
Media negara Iran melaporkan Kepala Staf Angkatan Bersenjata atau Panglima Militer Iran, Jenderal Mohammad Bagheri, tewas dalam serangan udara Israel semalam yang dinamakan 'Operasi Rising Lion'.
Ini merupakan kematian tokoh penting lainnya dalam serangan Israel terhadap beberapa situs nuklir dan militer di Iran. Sebelumnya, Pemimpin Pasukan Garda Revolusi Islam Iran, Mayor Jenderal Hossein Salami, juga telah dikonfirmasi tewas.
Setelah kematian Salami, Garda Revolusi Iran bersumpah akan membalas dendam terhadap Israel.
"Serangan ini tidak akan dibiarkan begitu saja dan (Israel) harus menunggu pembalasan yang keras dan menyakitkan," kata Garda Pengawal Revolusi Islam dalam pernyataan yang dibacakan di stasiun televisi negara, seperti dilaporkan AFP dan dilansir Hindustan Times, Jumat (13/6).