Ilmuwan Temukan Fosil Naga Berusia 240 Juta Tahun, Panjangnya Sampai 5 Meter

Makhluk ini mirip naga yang digambarkan dalam film-film kolosal China.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Ilmuwan Temukan Fosil Naga Berusia 240 Juta Tahun, Panjangnya Sampai 5 Meter
Ilustrasi Dinocephalosaurus karya seniman Marlene Donelly (Marlene Donelly)

Para ilmuwan menemukan fosil reptil laut dengan kondisi sangat lengkap di Provinsi Guizhou, China. Hewan ini hidup sekitar 240 juta tahun lalu pada Zaman Trias.

Dikutip dari laman The Brighter Side, Kamis (24/10), hewan purba ini merupakan spesies Dinocephalosaurus orientalis. Hewan ini memiliki panjang 5 meter dan disebut mirip dengan naga China seperti yang kerap digambarkan dalam film-film.

“Penemuan ini memungkinkan kita untuk melihat hewan berleher panjang ini secara utuh untuk pertama kalinya. Ini adalah satu lagi contoh dunia Trias yang aneh dan menakjubkan yang terus membingungkan para ahli paleontologi,” jelas Dr Nick Fraser, dari Museum Nasional Skotlandia, yang merupakan bagian dari tim internasional yang mempelajari fosil tersebut.

“Kami yakin ia akan menarik imajinasi di seluruh dunia karena penampilannya yang mencolok, mengingatkan pada naga China dalam mitos yang panjang dan mirip ular.”

Studi ini melibatkan pembandingan fosil Dinocephalosaurus orientalis dengan fosil Tanystropheus hydroides, reptil laut lain dari periode Trias Tengah di Eropa dan China. Meskipun memiliki ukuran yang sama dan beberapa ciri tengkorak yang serupa, Dinocephalosaurus orientalis memiliki lebih banyak tulang belakang di leher dan batang tubuhnya, menjadikannya lebih mirip ular.

Para peneliti dari Skotlandia, Jerman, Amerika Serikat (AS), dan China berkolaborasi dalam studi selama 10 tahun ini, yang berlangsung di Institut Paleontologi Vertebrata dan Palaeoantropologi, Beijing, yang merupakan bagian dari Akademi Ilmu Pengetahuan China.

Studi ini membawa pemahaman baru tentang evolusi dan keragaman makhluk purba yang mendiami dunia pada periode Trias, memberikan pandangan yang lebih kaya tentang kehidupan laut zaman dahulu.

Peneliti berspekulasi bahwa "leher yang panjang, lentur dan fleksibel, serta dilengkapi dengan 32 tulang belakang yang terpisah,” mungkin memberi keuntungan bagi mereka untuk berburu–sehingga memungkinkan Dinocephalosaurus orientalis untuk mencari makanan di celah-celah bawah air. Fosil tersebut ditemukan di deposit batu kapur kuno di China selatan.

"Penemuan ini menambah keanehan Trias," kata Dr. Fraser kepada BBC News.

"Dan setiap kali kami memeriksa simpanan ini, kami menemukan sesuatu yang baru," sambungnya.

Makalah yang menjelaskan sekumpulan fosil baru hewan tersebut diterbitkan dalam jurnal “Earth and Environmental Science: Transactions of the Royal Society of Edinburgh”.

Rekomendasi