Ribuan korban gempa bumi dahsyat di Myanmar terpaksa bertahan di tenda-tenda darurat di Mandalay setelah kehilangan tempat tinggal akibat guncangan hebat bermagnitudo 7,7. Gempa yang terjadi pada Jumat (28/3/2025) siang waktu setempat itu menyebabkan kehancuran besar, meratakan bangunan dan infrastruktur di berbagai wilayah terdampak.
Di tengah kondisi yang sulit, ribuan warga memilih bertahan di tempat pengungsian darurat, menghadapi ketidakpastian sambil menunggu bantuan terkait kebutuhan mendesak para penyintas, termasuk makanan, air bersih, serta fasilitas medis.
Sementara, jumlah korban tewas semakin bertambah menjadi sekitar 2.056 jiwa, sementara ribuan lainnya mengalami luka-luka dan masih banyak yang dilaporkan hilang. Upaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan, namun keterbatasan alat berat membuat proses evakuasi tidak berjalan maksimal. Tim penyelamat menghadapi tantangan besar dalam menjangkau korban yang terperangkap di bawah reruntuhan bangunan.
Sebagai respons terhadap bencana ini, pemerintah Myanmar menetapkan masa berkabung nasional selama sepekan, terhitung sejak Senin (31/3/2025).
Advertisement
Warga berlindung di tenda-tenda sementara setelah guncangan gempa mematikan berkekuatan 7,7 menghancurkan tempat tinggal mereka di Mandalay, Myanmar, pada 31 Maret 2025. (Sai Aung MAIN/AFP)
Warga berlindung di tenda-tenda sementara setelah guncangan gempa mematikan berkekuatan 7,7 menghancurkan tempat tinggal mereka di Mandalay, Myanmar, pada 31 Maret 2025. (Sai Aung MAIN/AFP)
Warga berlindung di tenda-tenda sementara setelah guncangan gempa mematikan berkekuatan 7,7 menghancurkan tempat tinggal mereka di Mandalay, Myanmar, pada 31 Maret 2025. (Sai Aung MAIN/AFP)
Advertisement
Warga memasang lampu penerangan pada tenda sementara setelah guncangan gempa mematikan berkekuatan 7,7 menghancurkan tempat tinggal mereka di Mandalay, Myanmar, pada 31 Maret 2025. (Sai Aung MAIN/AFP)
Warga berlindung di tenda-tenda sementara setelah guncangan gempa mematikan berkekuatan 7,7 menghancurkan tempat tinggal mereka di Mandalay, Myanmar, pada 31 Maret 2025. (Sai Aung MAIN/AFP)
Warga berlindung di tenda-tenda sementara setelah guncangan gempa mematikan berkekuatan 7,7 menghancurkan tempat tinggal mereka di Mandalay, Myanmar, pada 31 Maret 2025. (Sai Aung MAIN/AFP)
Advertisement
Warga berlindung di tenda-tenda sementara setelah guncangan gempa mematikan berkekuatan 7,7 menghancurkan tempat tinggal mereka di Mandalay, Myanmar, pada 31 Maret 2025. (Sai Aung MAIN/AFP)