FOTO: Ekspresi Donald Trump Pantau Serangan Militer AS untuk Militan Houthi di Yaman yang Tewaskan 31 Orang
Amerika Serikat melancarkan serangan militer terhadap kelompok Houthi di Yaman sebagai balasan atas serangan kelompok tersebut pada kapal-kapal di Laut Merah.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump secara langsung memantau operasi militer terhadap kelompok pemberontak Houthi di Yaman, pada 15 Maret 2025. Trump menegaskan, serangan tersebut merupakan tindakan balasan atas agresi kelompok Houthi yang telah mengganggu jalur pelayaran internasional di Laut Merah.
"Didanai oleh Iran, para preman Houthi telah menembakkan rudal ke pesawat AS, dan menargetkan Pasukan dan Sekutu kita," tulis Trump di platform sosial Truth miliknya.
Presiden AS ke-45 yang kembali menjabat pada Januari lalu itu juga menambahkan bahwa pembajakan, kekerasan, dan terorisme telah menghabiskan biaya "miliaran dolar" dan membahayakan nyawa, dikutip dari laman BBC, Minggu (16/3/2025).
Sementara itu, Kementerian Kesehatan yang berada di bawah kontrol kelompok Houthi melaporkan setidaknya 31 orang tewas dan 101 lainnya terluka akibat serangan udara Amerika Serikat tersebut. Demikian dilaporkan Reuters (16/3).
Biro politik Houthi menggambarkan serangan itu sebagai kejahatan perang.
"Angkatan bersenjata Yaman kami sepenuhnya siap untuk menanggapi eskalasi dengan eskalasi," kata Houthi dalam sebuah pernyataan yang dikutip Reuters.
Sejak November 2023, milisi Houthi telah melancarkan serangan terhadap puluhan kapal dagang dengan menggunakan rudal, pesawat tanpa awak (drone), dan serangan perahu kecil di perairan Laut Merah dan Teluk Aden.
Pihak Houthi berulang kali menyatakan bahwa tindakan mereka merupakan bentuk solidaritas terhadap Palestina dalam konflik berkepanjangan antara Israel dan Hamas di Gaza. Mereka mengklaim hanya menargetkan kapal-kapal yang memiliki hubungan dengan Israel, Amerika Serikat, atau Inggris.
Eskalasi ketegangan di kawasan Laut Merah ini semakin mengkhawatirkan komunitas internasional, mengingat jalur perairan tersebut merupakan salah satu rute pelayaran komersial terpenting di dunia yang menghubungkan Asia, Timur Tengah, dan Eropa.