Elon Musk Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Pramugari SpaceX

Jumat, 20 Mei 2022 15:51 Reporter : Hari Ariyanti
Elon Musk Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Pramugari SpaceX Elon Musk CEO SpaceX. ©2015 Ubergizmo.com

Merdeka.com - Pendiri Tesla dan SpaceX, Elon Musk dituduh melecehkan pramugari pesawat SpaceX. Menurut temuan Insider, SpaceX disebut membayar uang sebesar USD 250.000 atau sekitar Rp 3,6 miliar pada 2018 untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Menurut wawancara dan dokumen yang diperoleh Insider, Musk juga meminta pramugari tersebut memijatnya dengan imbalan seekor kuda.

Dugaan pelecehan seksual ini terjadi pada 2016, yang terungkap melalui dokumen pengakuan yang ditandatangani teman pramugari tersebut dan disiapkan sebagai bukti. Menurut dokumen pengakuan tersebut, dikutip dari laman Insider, Jumat (20/5), pramugrari tersebut menceritakan kepada temannya, dia diminta mengikuti pelatihan terapi pijat bersertifikasi agar bisa memijat Musk. Perempuan itu mengaku dilecehkan saat memijat Musk di kabin pribadi Musk di pesawat Gulfstream G650ER saat dalam perjalanan menuju London.

Pramugrari yang disebut suka mengendarai kuda ini menolak tawaran Musk dan tetap melanjutkan tugasnya memijat Musk tanpa berhubungan badan.

"Dia tidak akan melakukan hubungan seksual demi uang atau hadiah," kata teman pramugrari tersebut dalam dokumen pengakuan tersebut.

Saat menceritakan dugaan pelecehan itu, dia menyebut si pramugrari sangat terguncang.

"Dia sangat marah. Dia tidak tahu harus bagaimana," ujarnya.

Pada 2018, pramugari ini menyewa seorang pengacara dari California dan mengajukan laporan kepada HRD SpaceX dengan menyertakan informasi rinci terkait dugaan pelecehan tersebut. Saat itu, firma hukum pengacara ini menghubungi teman pramugrari tersebut dan memintanya menyiapkan dokumen pengakuan yang menjelaskan soal tuduhan tersebut. Laporan tersebut ditangani dengan cepat setelah dilakukan pertemuan bersama mediator yang juga dihadiri Musk. Masalah tersebut tidak dilanjukan ke proses hukum.

Pada 2018, pramugari tersebut, Musk, dan SpaceX menandatangani perjanjian di mana pramugari tersebut dibayar USD 250.000 dan berjanji tidak akan mengajukan gugatan terkait kasus ini. Perjanjian tersebut juga mencakup klausa non-disclosure dan non-disparagement yang melarang pramugari itu mendiskusikan pembayaran pesangon atau mengungkapkan informasi apa pun tentang Musk dan bisnisnya, termasuk SpaceX dan Tesla.

Insider menghubungi Musk untuk mengonfirmasi tuduhan ini. Melalui surel, Musk meminta agar diberikan waktu untuk menjawab dan mengatakan "banyak hal yang berkaitan dengan cerita ini." Musk juga menyebut tuduhan ini bermotif politis.

Wakil Presiden Bidang Hukum SpaceX, Christopher Cardaci menolak mengomentari terkait perjanjian dan uang Rp 3,6 miliar tersebut. [pan]

Baca juga:
Elon Musk Disebut Akan Investasi di Batang, Begini Reaksi Bupatinya
Bos Twitter soal Elon Musk Tunda Akuisisi: Kita Harus Bersiap untuk Semua Skenario
Jokowi Kunjungi Markas SpaceX dan Rencana Elon Musk Kunjungan Balik ke Indonesia
Melihat Keakraban Jokowi dan Elon Musk, Saling Tawa dan Santai

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini