Desa warga Rohingya dibuldoser hingga rata dengan tanah

Minggu, 25 Februari 2018 07:03 Reporter : Ira Astiana
Desa warga Rohingya dibuldoser hingga rata dengan tanah Gambar satelit menunjukkan desa warga Rohingya sudah rata dengan tanah. DigitalGlobe/AP©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Dalam sebuah operasi penghancuran besar-besaran beberapa pekan terakhir, Pemerintah Myanmar meratakan puluhan desa di Negara Bagian Rakhine. Kini semua desa yang pernah dihuni penduduk Muslim Rohingya telah rata dengan tanah.

Bukan hanya rumah-rumah yang dihancurkan, pohon-pohon juga tak lagi terlihat. Dalam sebuah gambar satelit dirilis oleh DigitalGlobe yang berbasis di Colorado, desa-desa tersebut kini terlihat jauh berbeda dibanding sebelumnya. Penghancuran itu membuat wilayah tersebut seolah-olah tak pernah memiliki kehidupan sebelumnya.

Pemerintah Myanmar mengklaim, penghancuran itu dilakukan karena mereka berusaha membangun kembali wilayah yang hancur.

"Tentu saja kita menggunakan mesin seperti penggerus tanah dan bulldozer karena kita harus membersihkan lahan terlebih dahulu sebelum membangun rumah baru," kata administrator pemerintahan di Maungdaw, Myint Khine, dikutip dari laman the Guardian, Sabtu (24/2).

Meski demikian, sejumlah kalangan dari Kelompok Hak Asasi Manusia menilai bahwa hal itu sengaja dilakukan untuk menghancurkan bukti kekejaman pasukan pemerintah dan massa terhadap minoritas Muslim Rohingya sebelum dilakukan investigasi yang kredibel.

Di sisi lain, rakyat Rohingya meyakini bahwa pemerintah sengaja menghancurkannya untuk membuat sisa-sisa kebudayaan mereka hilang. Sehingga mereka tidak mungkin pernah kembali.

Seorang pengungsi Rohingya baru saja mengunjungi rumahnya di desa Myin Hlut. Saat tiba di sana, dia terkejut dengan apa yang dilihatnya. Sebagian besar rumah yang telah dibakar tahun lalu, kini sudah hilang tak tersisa.

"Semuanya hilang. Bahkan pohon saja tidak ada yang tersisa. Mereka membuldoser semuanya dan saya hampir tidak lagi mengenali daerah ini," katanya.

Perempuan 18 tahun itu juga mengatakan rumah-rumah lain di daerah yang ditinggalkan namun tidak dirusak, kini sudah diratakan.

"Semua kenangan yang saya miliki telah hilang. Mereka sudah menghapus semuanya," ujarnya.

Foto-foto satelit itu pertama kali dipublikasikan pada 9 Februari lalu oleh Duta Besar Uni Eropa untuk Myanmar, Kristian Schmidt. Schmidt menyebut foto itu sebagai daerah yang dibuldoser secara luas.

Dari citra satelit yang dirilis tersebut setidaknya 28 desa atau dusun hancur dalam radius 50 kilometer di sekitar Maungdaw antara Desember sampai Januari. Di beberapa area yang telah dibersihkan, kru konstruksi telah mendirikan bangunan baru dan helipad.

Pemerintah sendiri mengungkapkan rencana untuk membangun kembali wilayah tersebut. Kini pemerintah setempat tengah sibuk mengembangkan jalan, memperbaiki jembatan, dan membangun tempat penampungan di dekat perbaasan Bangladesh. Kamp penampungan itu ditujukan bagi pengungsi Rohingya yang kembali, namun tidak ada satupun pengungsi yang mau datang ke kamp tersebut. [noe]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini