Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dengan Bantuan Laser, Arkeolog Temukan Kota Kuno Berusia Ribuan Tahun di Tengah Hutan

Dengan Bantuan Laser, Arkeolog Temukan Kota Kuno Berusia Ribuan Tahun di Tengah Hutan Lokasi penemuan kota kuno di tengah hutan Meksiko. ©IVAN SPRAJC/INAH

Merdeka.com - Arkeolog di Meksiko menemukan reruntuhan struktur berbentuk piramida yang disebut sebagai bukti kota kuno masyarakat Maya di hutan Semenanjung Yucatan.

Dilansir BBC, Rabu (21/6), tembikar yang ditemukan arkeolog pada situs ini diduga berasal dari tahun 600 hingga 800 M, sebuah periode yang disebut sebagai Periode Klasik Akhir Mesoamerika.

Barang-barang peninggalan ini berhasil ditemukan arkeolog pada cagar alam di Negara Bagian Campeche, negara bagian yang terkenal akan hutan rindangnya.

Institut Nasional Antropologi dan Sejarah Meksiko (INAH) mengatakan penemuan ini merupakan hasil upaya dokumentasi arkeologi pada dataran rendah Maya Pusat tanpa penghuni dengan luas 3.000 kilometer persegi.

"Laser yang dipancarkan melalui udara oleh Universitas Houston membantu tim peneliti untuk menemukan 'konsentrasi struktur pra-Hispanik' pada hutan ini," lapor INAH.

Ivan Sprajc, pemimpin penelitian ini, mengaku salah satu hal yang paling mengejutkan dari penelitiannya adalah penemuan gundukan dataran tinggi yang dikelilingi oleh bidang air.

Di atas gundukan dataran tinggi tersebut, ditemukakn beberapa gedung besar, termasuk gedung berbentuk piramida dengan tinggi lebih dari 15 meter.

Diberi nama Ocomtun, yang dalam bahasa Maya artinya kolom, "situs ini dulu dapat digunakan sebagai pusat kegiatan regional yang penting," ucap Sprajc.

Sprajc mengatakan bahwa tempat ini mungkin mengalami perubahan pada sekitar 800 dan 1000 M sebelum hancur pada akhir abad ke-10, bersamaan dengan kehancuran peradaban Maya Dataran Rendah.

Peradaban Maya diketahui sebagai salah satu peradaban terbesar di belahan bumi Barat. Masyarakat Maya terkenal akan peninggalan kuil piramida dan gedung batunya.

Area hunian masyarakat Maya tersebar pada dataran antara negara yang kini dikenal sebagai Meksiko, Guatemala, dan Belize.

Reporter Magang: Qaulan Maruf Indra

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP