Demi Israel, AS tolak mantan PM Palestina jadi utusan khusus PBB

Sabtu, 11 Februari 2017 18:36 Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Demi Israel, AS tolak mantan PM Palestina jadi utusan khusus PBB Salam Fayyad. ©2013 Merdeka.com/imemc.org

Merdeka.com - Amerika Serikat memblokir pengangkatan mantan Perdana Menteri Palestina Salam Fayyad sebagai utusan PBB ke Libya.

Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Nikki Haley membeberkan alasan Negeri Paman Sam. Dalam sebuah pernyataan, dia menyebutkan tidak mendukung penunjukan ini sebab Palestina tidak memiliki keanggotaan penuh.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres telah memberitahu dewan keamanan atas niatnya mengirim Fayyad, sebagai utusan khusus ke Libya. Tujuannya untuk membantu pembicaraan atas kesepakatan politik yang goyah di negara tersebut.

Dilansir dari The Guardian, Sabtu (11/2), Haley menuturkan AS sangat kecewa melihat surat dari Guterres tersebut.

"Sudah terlalu lama PBB tidak adil bias mendukung otoritas Palestina, dan malah melakukan itu untuk merugikan sekutu kami di Israel," tutur sang dubes.

Dia menyatakan, ke depannya Negeri Paman Sam akan bertindak tegas di PBB. Tentunya untuk mendukung sekutu mereka, Israel.

Sekjen PBB telah memberikan waktu kepada dewan keamanan sampai Jumat untuk mempertimbangkan pilihan. Amerika Serikat, tentu saja, menjadi yang terdepan dalam mengajukan keberatan.

Fayyad (64) merupakan perdana menteri Palestina periode 2007-2013. Dia juga menjabat hingga dua kali sebagai menteri keuangan Palestina.

Fayyad didaulat untuk menggantikan Martin Kobler dari Jerman, menjadi utusan khusus Libya. [che]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini