Buaya di Bangladesh mati karena kebanyakan makan ayam
Merdeka.com - Seekor buaya di kuil Hazrat Khan Jahan Ali di Sadar Upzila, sebelah barat daya Bangladesh, mati karena kebanyakan memakan kambing dan ayam yang dilempar oleh pengunjung ke dalam kolam.
Selama bertahun-tahun, para pengunjung datang ke tempat itu dengan keyakinan memberi makan buaya akan mendapatkan keberuntungan.
Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Kamis (12/2), pendeta di kuil mengatakan dalam beberapa bulan terakhir ini sejumlah besar pengunjung memberikan persembahan kepada buaya.
"Menurut legenda setempat siapa saja yang memberi makan buaya akan terkabul segala keinginannya. Biasanya hanya ayam tapi baru-baru ini pengunjung mempersembahkan kambing, percaya akan semakin besar persembahan semakin besar juga kemungkinan keinginannya terkabul," kata penjaga buaya Muhammad Sarwar, 40.
Menurut legenda setempat, kolam yang berisi buaya itu telah digali oleh Hazrat Khan Jahan Ali 600 tahun lalu. Warga muslim menganggap dia adalah orang suci. Hazrat Khan menggali kolam itu untuk membesarkan dua buaya bernama Kalopahar dan Dholapahar.
Sampai saat ini, ada empat buaya di kolam tetapi tiga lainnya juga telah mati karena masalah obesitas alias kegemukan.
Ketika persembahan dilakukan, buaya dipanggil oleh pendeta dengan cara memukul gong dan mengumumkan makan malam yang disajikan, beberapa menit kemudian buaya muncul ke permukaan dan memakan persembahan.
Namun di suatu pagi para staf menemukan buaya yang mengambang terbalik di kolam dan menyadari buaya itu telah mati.
Buaya memiliki umur yang sama dengan manusia pada umumnya, yakni sekitar 70-100 tahun. Salah satu buaya tertua tercatat berusia 115 tahun ketika mati di kebun binatang Rusia.
Laporan oleh: Adietyo Ganang Prakoso
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya