AS Kirim Tambahan Pasukan ke Irak Usai Kedubes Diserang Massa Demonstran
Merdeka.com - Amerika Serikat kemarin mengatakan menambah personel pasukan ke Timur Tengah setelah ratusan demonstran menyerbu Kedutaan Besar AS di Baghdad, Irak, dua hari lalu.
Massa marah karena serangan udara AS menewaskan 25 milisi Irak pada Minggu pagi. Pendukung kelompok milisi Irak Hashd al-Shaabi (PMF) menyerang Kedubes AS dengan melempari batu, membakar, dan mencoret-coret dinding kompleks kedutaan.
Laman Aljazeera melaporkan, Kamis (2/1), Menteri Pertahanan Mark Esper dalam pernyataannya mengatakan sekitar 750 tentara tambahan dari unit reaksi cepat 82nd Airbone Division sudah siap dikerahkan ke Irak.
"Pengarahan pasukan ini sebagai tindakan pencegahan untuk merespons peningkatan ancaman terhadap warga dan fasilitas AS seperti yang kita lihat hari ini di Baghdad," kata Esper.
Sebuah unggahan di media sosial memperlihatkan pasukan marinir AS dari unit reaksi cepat di Kuwait dikerahkan ke Irak.
Sata ini sudah ada 14 ribu pasukan AS yang ditempatkan di wilayah Teluk sejak Mei lalu untuk merespons reaksi Iran dan sejumlah serangan ke kapal komersial di Teluk.
Seorang pejabat AS yang memberi rincian informasi kepada kantor berita the ASsociated Press mengatakan sebanyak 4.000 tentara kemungkinan akan dikirim ke Irak.
Kemarahan Trump
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPresiden Amerika Serikat Donald Trump kemarin menyalahkan Iran atas serangan demonstran ke Kedutaan Besar AS di Ibu Kota Baghdad, Irak.
"Iran membunuh kontraktor Amerika, melukai banyak orang. Kami membalas keras dan akan selalu membalas," kata Trump dalam kicauannya di Twitter. "Kini Iran merancang serangan ke Kedubes AS di Irak. Mereka akan dimintai pertanggungjawaban."
"Selain itu kami berharap Irak mengerahkan pasukannya untuk melindungi Kedutaan," lanjut Trump, seperti dilansir laman CNBC, Rabu (1/1).
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya