Dalam sebuah penggalian di Wales, tim arkeolog telah menemukan sekitar 250 makam prasejarah Neolitikum yang diperkirakan berasal dari 4.000 hingga 2.000 SM.
Penemuan ratusan makam ini disebut-sebut menjadi salah satu koleksi ruang pemakaman prasejarah Neolitikum paling menakjubkan di Eropa Barat.
Penemuan ini dicatat oleh George Nash, profesor arkeolog di Universitas Coimbra yang kemudian ditulis dalam bukunya berjudul The Neolithic Tombs of Wales.
Nash mengungkapkan praktik penguburan ritual ini diyakini berasal dari kelompok Neolitikum awal di "Bulan Sabit Subur", wilayah yang meliputi bagian wilayah Turki, Israel, Suriah, dan Lebanon modern sebelum secara bertahap menyebar ke arah barat.
Advertisement
"Dengan penyebaran ke arah barat ini, tidak hanya muncul tradisi pemakaman tetapi juga peralatan, tembikar, dan perhiasan yang dimaksudkan untuk menemani orang yang meninggal ke alam baka," jelas Prof. Nash.
Nash menambahkan, meski tidak ada bukti tertulis yang bertahan, artefak-artefak ini menunjukkan adanya kepercayaan awal tentang kehidupan setelah kematian di mana barang-barang tersebut mungkin dibutuhkan.
Dilansir BBC, Minggu (29/12). bukti DNA menunjukkan monumen paling awal, seperti dolmen portal, diperuntukkan bagi kalangan elit masyarakat. Makam-makam komunal yang lebih besar kemudian mulai bermunculan yang menandakan pergeseran ke arah penguburan kelompok keluarga besar atau anggota masyarakat, jelas Nash
Nash mengungkapkan salah satu contoh mencolok adalah ruang pemakaman Parc le Breos Cwm di Semenanjung Gower. Monumen trapesium itu berisi lima ruangan yang menampung sisa-sisa sekitar 40 individu, dikategorikan berdasarkan usia, jenis kelamin, bahkan spesies termasuk anjing.
Lebih lanjut Nash menyimpulkan bahwa Wales menawarkan sudut pandang unik ke dunia Neolitikum dan memberikan wawasan tentang kehidupan dan kepercayaan para petani pertamanya.
Reporter Magang: Elma Pinkan Yulianti