Arkeolog Temukan Patung Ibu Suri Berusia 2.100 Tahun di Kastil Kuno, Terbuat dari Marmer dengan Berat 220 Kilogram
Patung marmer ini merupakan sosok Dewi Ibu atau ibu suri Cybele.
Arkeolog di Turki menemukan patung Dewi Ibu atau ibu suri Cybele berusia 2.100 tahun saat melakukan penggalian di Kastil Kurul, Ordu. Penemuan ini menjadi sorotan karena merupakan patung marmer pertama yang ditemukan di lokasi aslinya di Turki.
Dikutip dari Arkeonews, Rabu (12/3), patung ini terbuar dari marmer dengan tinggi 110 sentimeter dan berat sekitar 200 kilogram. Sebenarnya patung ini ditemukan pada 2016 lalu oleh tim arkeolog yang dipimpin oleh Profesor Dr. Süleyman Yücel Şenyurt dari Universitas Gazi, namun baru digali baru-baru ini.
Patung ini menggambarkan Cybele, dewi kesuburan, alam, dan perlindungan, yang terlihat duduk di atas takhta dengan detail pahatan yang rumit. Keahlian tinggi para pematung pada periode Helenistik, khususnya abad ke-2 SM, terlihat jelas dalam karya ini. Penggunaan marmer untuk patung ini menunjukkan betapa pentingnya sosok dewi tersebut dalam kepercayaan masyarakat pada masa itu.
Lokasi penemuan patung di gerbang utama kota semakin memperkuat identifikasi sebagai Cybele, karena gerbang utama secara historis dikaitkan dengan dewa pelindung. Penemuan banyak figur tanah liat Cybele di daerah tersebut juga mendukung identifikasi ini, menegaskan pentingnya peran dewi dalam kehidupan spiritual masyarakat kuno.
Selama penggalian yang dipimpin anggota fakultas Universitas Gazi, Prof. Dr. Yücel Şenyurt, ditemukan sekitar 3 ribu artefak sejarah, termasuk ‘dewi ibu’ Cybele yang duduk di singgasananya dan patung ‘dewa kesuburan’ Dionyss, Pan, dan Riton, yang merupakan bejana keagamaan berbentuk binatang.
Praktik Keagamaan
Patung Dewi Ibu Cybele diperkirakan berasal dari periode Mithridates VI, raja Pontus dan Armenia Minor. Penemuan ini sangat berharga karena memberikan gambaran tentang kepercayaan spiritual dan praktik keagamaan masyarakat di wilayah tersebut pada masa lalu.
Selain itu, patung tersebut terpelihara dengan baik berkat runtuhnya gerbang utama kastil saat serangan Romawi, yang secara tidak sengaja melindungi patung tersebut dari kerusakan.
Kastil Kurul, yang terletak di atas bukit berbatu yang menghadap Laut Hitam, merupakan situs strategis yang berfungsi sebagai benteng militer dan pusat budaya pada zaman Helenistik. Dengan lokasi yang menguntungkan, kastil ini menjadi titik penting dalam sejarah dan perkembangan wilayah tersebut.
Selain patung Cybele, banyak artefak lain juga ditemukan di lokasi tersebut, termasuk koin dan mata panah yang kemungkinan digunakan sebagai persembahan kepada dewi. Setelah penemuan, patung tersebut telah dipindahkan ke Museum Ordu untuk dipajang dan dipelajari lebih lanjut.