Anggota Parlemen Israel Bersama Ribuan Pemukim Ilegal Serbu Masjid Al-Aqsa

Anggota Knesset Israel, Zvi Sukkot, ikut serta ribuan pemukim ilegal menyerbu Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Palestina.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Anggota Parlemen Israel Bersama Ribuan Pemukim Ilegal Serbu Masjid Al-Aqsa
Anggota Parlemen Israel Bersama Ribuan Pemukim Ilegal Serbu Masjid Al-Aqsa (Merdeka.com)

Ribuan pemukim ilegal Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki, Palestina, pada Kamis (17/4). Dalam penyerbuan terbaru ini, ikut juga seorang Anggota Knesset (parlemen Israel) garis keras, Zvi Sukkot, dari Partai Zionisme Religius, sayap kanan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir.

Penyerbuan tersebut terjadi pada hari kelima liburan Paskah Yahudi, di mana para pemukim melakukan ritual-ritual Talmud di halaman masjid dan pemakaman Bab Al-Rahma, sebuah pemakaman Muslim kuno yang telah menjadi wakaf selama lebih dari 1.400 tahun, di mana dimakamkan sejumlah sahabat Nabi Muhammad SAW. Sukkot bahkan melakukan 'sujud syukur' di dalam kompleks masjid, seperti disampaikan Kantor Gubernur Yerusalem, dikutip dari Middle East Monitor, Jumat (18/4).

Masjid Al-Aqsa, situs tersuci ketiga bagi umat Islam, sering menjadi titik konflik. Yahudi menyebut area tersebut sebagai 'Temple Mount,' mengklaimnya sebagai lokasi dua kuil Yahudi kuno. Kepemilikan dan akses ke situs ini telah menjadi sumber perselisihan yang berkepanjangan antara Israel dan Palestina, serta komunitas internasional. Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, diduduki Israel pada Perang Arab-Israel 1967 dan dianeksasi pada tahun 1980, sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional. Meskipun Israel mengizinkan pemukim memasuki kompleks tersebut hampir setiap hari sejak 2003 (kecuali Jumat dan Sabtu), penyerbuan besar-besaran ini memicu reaksi keras.

Tindakan Sukkot dan para pemukim ilegal lainnya mendapat pujian dari Ben-Gvir, yang melihatnya sebagai upaya untuk mengubah status quo di situs tersebut. Namun, tindakan ini dikecam keras oleh berbagai pihak internasional dan negara-negara di dunia. Penyerbuan ini dianggap sebagai provokasi dan eskalasi yang mengancam stabilitas kawasan.

Menurut pernyataan tersebut, Sukkot dan Itamar Ben-Gvir memaksa masuk ke lokasi yang menjadi titik api dan melakukan apa yang disebut "sujud yang sangat keras". Ben-Gvir memuji tindakan Sukkot dan karena telah mengubah status quo lokasi tersebut.

"Saya senang melihat bahwa anggota Knesset Zvi Sukkot, seperti ribuan orang lainnya, bersujud dan berdoa di Temple Mount (Masjid Al-Aqsa)," kata Ben-Gvir.

Rekomendasi