Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ada Daerah Tak Berpenghuni & Penuh Ranjau Darat Antara Korsel dan Korut, Apa Isinya?

Ada Daerah Tak Berpenghuni & Penuh Ranjau Darat Antara Korsel dan Korut, Apa Isinya? Martes flavigula, hewan langka yang hidup di daerah tak berpenghuni antara Korut dan Korsel. ©National Institute of Ecology/Google Arts & Culture

Merdeka.com - Untuk memperingati 70 tahun berakhirnya permusuhan aktif antara Korea Utara dan Korea Selatan, diterbitkan gambar suaka margasatwa liar yang ada di Zona Demiliterisasi (DMZ) sepanjang 257 kilometer.

Daerah tak berpenghuni ini berada di zona antar Korut dan Korsel. Zona tersebut dikelilingi pagar dan ranjau darat.

Di zona ini, flora dan fauna langka tumbuh subur di sebidang tanah yang tak tersentuh selama lebih dari 70 tahun.

Dirilis oleh Google Arts & Culture dan beberapa lembaga di Korsel, sebuah gambar menunjukkan keanekaragaman hayati tingkat tinggi di hamparan tanah seluas 560 mil persegi yang tidak terganggu selama puluhan tahun.

"Setelah Perang Korea, DMZ hanya sedikit dicampuri tangan oleh manusia selama lebih dari 70 tahun, dan alam yang rusak pulih dengan sendirinya. Akibatnya, ekosistem baru yang tidak terlihat di sekitar kota terbangun dan telah menjadi suaka bagi satwa liar, " jelas situs tersebut, dikutip dari Science Alert, Kamis (2/3).

Turis dapat melakukan "tur virtual" ke zona ini berdasarkan pengalaman orang-orang di wilayah tersebut.

DMZ adalah rumah bagi tumbuhan dan hewan yang "benar-benar unik di Korea". Namun sayang, 38 persen spesies yang tinggal di sana terancam punah.

Kamera dari Institut Ekologi Nasional mengambil foto beberapa hewan yang hidup di zona tersebut, di antaranya burung bangau, rusa kesturi, beruang, kambing gunung, berang-berang Eurasia, kukus tenggorokan kuning, dan beruang hitam asia.

Reporter magang: Yobel Nathania

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP