10.000 Warga Suriah dari Kelompok Minoritas Melarikan Diri ke Lebanon Setelah Diserang Pasukan Pemerintah

Pasukan Pemerintah Suriah membunuh ribuan warga Alawi di kota-kota pesisir negara ini sejak pekan lalu.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
10.000 Warga Suriah dari Kelompok Minoritas Melarikan Diri ke Lebanon Setelah Diserang Pasukan Pemerintah
10.000 Warga Suriah dari Kelompok Minoritas Melarikan Diri ke Lebanon Setelah Diserang Pasukan Pemerintah (Merdeka.com)

Ribuan warga Suriah dari minoritas Alawi melarikan diri ke Lebanon Utara setelah pembantaian yang dilakukan pasukan pemerintah baru di kota-kota pesisir Suriah.

“Sekitar 10.000 warga Alawi telah menyebrang dari Suriah ke Lebanon dalam lima hari terakhir. Mereka menetap di Tripoli dan wilayah sekitarnya. Sehingga menciptakan situasi yang sensitif di seluruh Lebanon. Saat ini, muncul kekhawatiran bahwa hal-hal dapat memanas di Utara setiap saat,” ungkap sumber-sumber dari keamanan Lebanon kepada The National News pada Senin (10/3).

“Pasukan negara telah menyebarkan garis keamanan di sekitar daerah Jabal Mohsen, di mana sebagian besar penduduknya adalah Alawi. Terjadi beberapa konfrontasi, dan situasinya masih sangat rapuh,” lanjutnya, seperti dikutip dari The Cradle, Selasa (11/3).

Enam persen penduduk Tripoli Lebanon utara adalah Alawi, sementara 80 persennya adalah Sunni. Bentrokan menegang beberapa kali selama 15 tahun terakhir antara Sunni dari Bab al-Tabbaneh dan Alawi dari daerah Jabal Mohsen.

Banyak warga Suriah yang memenuhi Lebanon untuk melarikan diri dari pasukan pemerintah. Mereka berlindung di Jabal Mohsen, rumah bagi minoritas Alawite di Lebanon. Sebanyak 6.078 telah tiba di beberapa desa di wilayah Akkar, Lebanon Utara, kata UNRWA pada Senin (10/3). Diperkirakan akan lebih banyak lagi pendatang ke daerah tersebut.

Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), lebih dari 1.400 keluarga telah memasuki negara itu. Gubernur Akkar, Imar Labaki menyatakan sekitar 6.000 orang, termasuk anggota dari 40 keluarga Lebanon, tinggal di Dataran Akkar dan sebagian wilayah Dreib.

Pada Senin (10/3) Kementerian Pertahanan Suriah mengumumkan berakhirnya operasi keamanan brutalnya terhadap sel-sel yang berafiliasi dengan bekas militer suriah, tentara Arab Suriah (SAA).

Konflik hebat terjadi pada Kamis lalu setelah pasukan keamanan memasuki dua desa di dekat kota pesisir Jableh, mereka disergap oleh sel-sel SAA. Pemerintahan baru telah mengerahkan bala bantuan untuk dikirim ke seluruh wilayah pesisir Latakia dan Tartous, hal ini menandai dimulainya operasi berskala besar.

Hal ini memicu serangan besar, dan tampaknya seperti serangan terorganisasi oleh sel-sel SAA dan kelompok sekutu Anggota berbagai fraksi ekstrimis yang terintegrasi ke dalam Kementerian Pertahanan dan Angkatan bersenjata (dipimpin oleh Hayat Tahrir al-Sham) mendatangi rumah-rumah, dan membunuh warga sipil. Serangan ini juga mengorbankan wanita dan anak-anak. Banyak pembantaian yang terdokumentasikan dalam video yang direkam oleh kelompok bersenjata itu sendiri.

Menurut laporan jumlah korban tewas sementara, 937 warga sipil Alawi dibunuh oleh pemerintah dan pasukan keamanan selama operasi di kota-kota pesisir Suriah dan pedesaan. Jumlah ini akan terus diperbarui dan diperkirakan terus meningkat.

Reporter Magang: Devina Faliza Rey

Rekomendasi